JABAR EKSPRES – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan bahwa salah satu topik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jenderal Australia David Hurley berkaitan dengan penguatan pengajaran bahasa.
Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat.
“Yang dibahas oleh Presiden dan Gubernur Jenderal antara lain adalah bagaimana kita menggiatkan pengajaran bahasa, misalnya di Indonesia tentunya bahasa Inggris, tapi di Australia adalah bahasa Indonesia,” kata Menlu Retno Marsudi setelah mendampingi Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Baca Juga:Bocoran Jersey Manchester United Musim 2024/2025Kartu Prakerja Gelombang 68 Resmi Dibuka Hari Ini! Berikut Link Daftarnya
Selain pengajaran bahasa, Gubernur Jenderal Hurley, kata Retno, sangat aktif dalam upaya mendekatkan hubungan kedua negara, termasuk melalui keterlibatan Hurley dalam sejumlah organisasi.
“Beliau adalah salah satu pendiri dari ikatan alumni pertahanan Indonesia-Australia. Kemudian beliau aktif di ‘youth exchanges’. Beliau juga aktif di ‘interfaith dialogue’, dan kita sedang mempersiapkan ‘interfaith dialogue’ yang kedua di Australia pada tahun ini juga dan tadi dibahas oleh Bapak Presiden,” kata Retno.
Kunjungan Hurley ke Istana Bogor merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Indonesia pada 14-18 Mei 2024 untuk merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia beberapa waktu lalu, Hurley menyatakan bahwa Indonesia akan selalu menjadi salah satu mitra strategis Australia.
“Kita bertetangga secara geografis, dan kita adalah mitra dan sahabat karena pilihan. Dalam kunjungan ini saya bertujuan merayakan persahabatan itu dan memberikan penghargaan kepada banyak orang dari kedua negara yang berkontribusi untuk persahabatan ini,” ujar Hurley.
