JABAR EKSPRES – Maraknya pungutan liar diberbagai gerai minimarket di Kota Bandung menimbulkan kekhawatiran. Meski telah diatur di dalam undang-undang, pengelola ungkap sulitnya menerapkan parkir gratis bagi para pengunjung.
Menurut Kepala Toko gerai Alfamart di wilayah Cisaranten, Andi Rusdiansyah menuturkan, hal ini berkenaan dengan jatah yang diminta oleh warga setempat. Apabila tak diberikan, ditakutkan hal yang tak diinginkan terjadi.
“Ada yang pake baju loreng, terus juga jaket genk motor. Kita sebagai pegawai nolaknya juga takut, mau gak mau mengiyakan jadinya,” katanya.
Baca Juga:Pemkot Bandung Mulai Jalankan Program Makan Siang Gratis?Dugaan Pungli di Rancaekek Viral di Medsos, Kini Pelaku Berhasil Diamankan
Dalam hal ini, dirinya menegaskan, tak terdapat perjanjian bagi hasil antara gerai dengan para jukir. Uang retribusi sepenuhnya masuk ke kantong para jukir tersebut.
“Ke kitanya mah gak ada. Uang parkir sepenuhnya dikelola sama mereka (jukir). Impact nya ke kita mah paling ngejaga keamanan gerai,” ungkapnya
Dirinya berharap, terdapat perhatian dari Pemerintah Kota terkait aktifitas jukir ilegal ini. Terlebih, keresahan hampir dirasakan seluruh pegawai outlet minimarket di berbagai wilayah Kota Bandung.
“Keresahan mah hampir semuanya. Dampaknya kan ke penjualan, ada yang sampai sepi karena tempatnya dipakai minum-minum sama jukir-jukir ini, kita negurnya aja kan takut,” ucapnya.
“Pembeli lari semua karena resah kan, semoga ada upayalah dari pemerintah terkait hal ini, entah penertiban atau sosialisasi. Jadi ibaratnya gak ada yang dirugikan,” pungkasnya (Dam)
