JABAR EKSPRES. – Kenaikan harga komoditas di sejumlah Kota Cimahi memicu kekhawatiran bagi pedagang karena kurangnya pembeli. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya permintaan namun pasokan yang terbatas, yang menjadi pendorong utama kenaikan harga.
Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin, Wawan Hariyana menjelaskan pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET).
Untuk minyak goreng dan ayam potong, lanjutnya mengalami kenaikan harga akibat faktor-faktor tertentu, seperti peningkatan harga pakan.
Baca Juga:Waduh.. Daftar Tunggu Haji di Kota Banjar Sampai 10 TahunCalon Jamaah Haji Jabar Kloter 1 dan 2 Ngeluh Soal Pelayanan Emberkasi, Apa Kata Bey Machmudin?
“Kenaikan harga ayam potong disebabkan oleh kenaikan harga pakan ternak. Hal ini membuat biaya produksi kami meningkat,” ucaonya pada Jabar Ekspress saat dihubungi melalui seluler, Sabtu 11 Mei 2024.
Terkait harga telur, Wawan juga menjelaskan, kenaikan harga telur juga dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di pasaran.
“Kenaikan harga telur disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan di pasar. Permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas menyebabkan kenaikan harga telur,” jelasnya.
Menurutnya peran distributor berperan penting dalam menentukan harga produk. Distributor memiliki pengaruh besar terhadap harga jual di pasar, karena mereka adalah perantara antara produsen dan konsumen.
“Tentunya distributor mempengaruhi harga yang ada di pasar,” paparnya.
Wawan mengungkapkan harapannya, agar harga-harga segera kembali normal dalam waktu dekat. Hal ini menjadi fokus pembahasan dalam konteks situasi ekonomi saat ini.
“Harapan kita semua harga kembali ke normal dalam waktu dekat ini,” harapnya. (Mong)
