Peringati Hari Bumi, Gerakan Muda Peduli Alam: Jaga, Rawat dan Lindungi!

HARI BUMI: Kawan GEMPA sedang mengelola sampah rumah tangga agar bumi terselamatkan dari limbah manusia. (Yanuar/Jabar Ekspres)
HARI BUMI: Kawan GEMPA sedang mengelola sampah rumah tangga agar bumi terselamatkan dari limbah manusia. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masih dalam nuansa kepedulian alam, masyarakat di beberapa daerah peringat Hari Bumi dengan melakukan beragam kegiatan lingkungan.

Seperti para pemudia yang tergabung dalam Kelompok Gerakan Muda Peduli Alam (GEMPA), di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Mereka mengumpulkan sampah agar dapat dikelola hingga menghasilkan uang. Para pemuda itu menilai, bumi harus diselamatkan dari limbah manusia.

Baca Juga:Penertiban Jukir Liar Butuh Keberanian Pemerintah Serta Peran MasyarakatKurangi 4,5 Ton Sampah di Lingkungan Perkantoran, DLH Kota Bogor Apresiasi Kolaborasi RMU dan Regen

Koordinator GEMPA, Dekki Ismailudin mengatakan, sampah jangan hanya ditimbun sebagai solusi, namun perlunya dikelola agar alam dapat tetap lestari.

“Bumi adalah tempat dimana manusia berpijak dan tempat dimana untuk berkehidupan,” kata Dekki kepada Jabar Ekspres, Selasa (23/4).

Menurutnya, pengolahan sampah dapat menjaga ruang serta mencegah potensi rusaknya alam hingga penyebaran penyakit.

Oleh sebab itu, Dekki bersama kawan-kawan GEMPA konsisten mengelola sampah khususnya limbah rumah tangga di wilayah mereka.

“Bumi dan isinya dapat dimanfaatkan oleh manusia baik dari sumber daya alam hayati atau sumber daya alam hewani,” ujarnya.

Dekki menjelaskan, sebagai manusia yang hidup di bumi, jangan sampai tempat tinggal kita diruksak dan dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh kepentingan lain yang dapat merusak lingkungan.

“Maka dari itu kita sebagai manusia yang peduli dan sadar terhadap bumi dan lingkungan, untuk bisa menjaga, merawat dan melindungi,” jelasnya.

Baca Juga:Siap Sambut Pilkada 2024, KPU Kota Sukabumi: Pendaftaran PPK Mulai DibukaPPK yang Langgar Etik Kemungkinan Tak Terpilih Lagi, KPU Kabupaten Bogor: Hasilnya di Rapat Pleno!

Dekki mengaku, cukup kesal dengan aktivitas manusia yang kerap mengabaikan keberlangsungan alam, sehingga menimbulkan kerusakan lingkunganan.

“Banyak kerusakan lingkungan yang di sebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang dzolim terhadap bumi kita,” bebernya.

Disamping perlunya menjaga alam untuk kelestarian di masa depan, Dekki menilai, bumi juga harus bersih dari permasalahan sampah.

“Ketika kita mencintai bumi dan lingkungan, minimal kita tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Diketahui, setiap tanggal 22 April, masyarakat seluruh dunia memperingati Hari Bumi atau Earth Day. Hari Bumi merupakan pengingat akan pentingnya pelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Hari Bumi diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran akan krisis iklim. Peringatan ini juga mendorong setiap individu mengambil tindakan untuk planet yang lebih sehat dan melakukan perubahan perilaku untuk melindungi lingkungan.

0 Komentar