Gertak PSN di Kota Bogor, Libatkan Siswa Berantas Sarang Nyamuk

Pemkot Bogor galakkan Gerakan Serentak PSN disejumlah sekolah-sekolah. (Foto: Diskominfo Kota Bogor)
Pemkot Bogor galakkan Gerakan Serentak PSN disejumlah sekolah-sekolah. (Foto: Diskominfo Kota Bogor)
0 Komentar

Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Siti Robiah Mubarokah. Tercatat, kasus DBD Kota Bogor cukup tinggi. Hingga saat ini ada 1.435 kasus dalam tiga bulan terakhir, Januari – Maret 2024.

Gertak PSN di MI dan MTS Darul Ma’wa menjadi satu dari kegiatan serupa yang melibatkan pimpinan Forkopimda di seluruh sekolah di Kota Bogor. Kelurahan Katulampa menjadi salah satu kelurahan dengan kasus DBD tertinggi.

Sebelum menyampaikan arahan, Dedie Rachim bersama perwakilan perangkat daerah menyaksikan ikrar Duta Jumantik para siswa Darul Ma’wa yang dirangkai dengan penyematan pin serta selempang Duta Jumantik.

Baca Juga:Diam-Diam Menghanyutkan, Bomi Apink Sudah Berkencan 7 Tahun dengan ProduserJakarta Garuda Diproyeksikan Berlaga di AVC Asian Men’s U-20 2024

“Untuk para siswa jangan hanya tahu saranghaeyo, tapi juga harus tahu sarang nyamuk yang harus kita berantas secara bersama-sama. Ini harus menjadi peran kita semua mengingat jumlah korbannya yang cukup tinggi di Kota Bogor dalam waktu tiga bulan. Mari kita perangi jentik nyamuk dan mari kita lakukan peninjauan langsung,” kata Dedie Rachim.

Jumlah kasus DBD Kota Bogor yang hampir sama dengan jumlah kasus dalam satu tahun pada tahun 2023 yang banyak menjangkiti anak-anak usia 5-14 tahun dan menyebabkan 9 kematian, ditegaskan Dedie perlu diwaspadai dan antisipasi.

Kemudian di hari yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah juga melakukan Gertak PSN di SDN Bantarjati 1, Jalan Ciremai Ujung, Kota Bogor.

Syarifah Sofiah mengatakan, hari ini dikumpulkan semua karena di Indonesia sedang mewabah kasus DBD, termasuk di Kota Bogor. Anak-anak ini perlu diberikan ilmu terkait nyamuk Aedes Aegypti yang pembawa virus DBD. Nyamuk ini memiliki ciri-cirinya berwarna hitam dengan bintik di badannya.

Sekda menerangkan, nyamuk ini mengigit pada saat udara dingin dan lembab pada pagi dan sore hari. Pada pagi nyamuk ini sudah aktif sekitar pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB dan menggigit lagi pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Gertak PSN ini dilakukan supaya anak-anak tidak digigit nyamuk dan tidak terkena DBD, karena dari 1.435 kasus DBD, 606 diantaranya berada di usia 5 sampai 14 tahun.

0 Komentar