Ramadhan Dari Hari ke Hari,PATLIKUR: Penyakit Anti Taqwa ( MUTTAQIINOPHOBIA ), LIbas dan Kikis habis di Ujung Ramadhan

ILUSTRASI : Penyakit Anti Taqwa (FREEPIK)
ILUSTRASI : Penyakit Anti Taqwa (FREEPIK)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Shaum Ramadhan, tujuannya adalah agar orang-orang beriman mencapai derajat MUTTAQQIIN atau orang-orang bertaqwa.

Tentu saja ujian, tantangan, hambatan dan gangguannya juga tidak ringan tapi pasti berat.

Ada yang sifatnya eksternal yaitu yang berasal dari luar diri, tapi ada juga yang sifatnya internal yaitu yang berasal dari diri sendiri.

Yang termasuk internal yaitu adanya Penyakit Anti Taqwa.

Baca Juga:Kolaborasi BPIP dan Radar Cirebon Helat Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Content Creator dan Content WriterJadi Skutik Paling Pas dan Populer, New Honda Vario Tampil Makin Gaya

Penyakit hati dan mental yang akan menjadi penghalang seseorang untuk meraih derajat taqwa.

Apa penyakit yang dimaksud …???

Berikut uraian sederhananya,

Sedang berjangkit di kalangan Ummat Islam sebuah penyakit MUTTAQIINOPHOBIA ( istilah saya saja ini mah )takut menjadi orang-orang Taqwa atau takut menjadi MUTTAQIIN.

Yaa MUTTAQIINOPHOBIA, yang

Memutuskan Urusan-urusan Tidak berdasarkan kepada keTetapan Al Qur’an tapi berdasarkan keInginan dan kepentngan INdividu dan atau kelompok Orang-orang yang mempunyai Pemahaman yang salah atau sengaja disalahkan karena ada Hasad, salah Orientasi serta keBencian terhadap Islam sebagai satu-satunya Agama yang Alloh SWT ridhoi

Sehingga berjangkit Muslim’s Personality Disorder Syndrome atau Sindrom Gangguan Kepribadian Muslim.

Muslim banyak yang linglung, lupa akan identitas diri dan agamanya

Ciri-cirinya sekurang-kurangnya :

– Meragukan kebenaran Al Qur’an.
– Memilih-milih melakukan amal hanya yang sesuai dengan hawa nafsunya saja.
– Mengaku Muslim tapi tidak bangga dengan Islamnya.
– Mengaku Muslim tapi masih ikut campur perayaan atau kebiasaan agama lain.
– Alergi bahkan benci dengan sebagian syari’at yang sudah ditetapkan Alloh didalam Islam, dan dengan berbagai macam dalih dilontarkan sebagai upaya pembenaran hawa nafsunya.
– Lebih senang dan nyaman berada di tengah-tengah kekafiran baik orangnya maupun suasana, kebiasaan dan bersikap dibandingkan dengan keimanan.
– Tidak marah ketika Islam dan sendi-sendinya dihina.

Hati-hati dan waspadalah jangan sampai kita terjangkit, karena bukan saja sesat diri sendiri tetapi bisa menyesatkan orang lain ( karena sifat SETAN itu SElalu mencari Teman Agar sama-sama ke Neraka, jadi pasti menularkannya kembali ke sebanyak-banyaknya orang ).

0 Komentar