JABAR EKSPRES – Ruang publik yang berada di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak bisa dinikmati oleh masyarakat pada bulan Ramadan.
Pasalnya, aparat berwenang di lokasi itu yakni Satpol PP menutup akses masuk ke lingkungan Pemda Bandung Barat usai jam kantor ASN selesai.
Sedikitnya ada tiga gerbang untuk memasuki lingkungan Pemda Bandung Barat. Namun saat pukul 15.30 WIB, gerbang-gerbang itu ditutup rapat dengan gembok.
Baca Juga:Harmonisasi Ramadan, Kapolsek Cileunyi Beri Pesan Agar Perkuat Sinegritas di Bulan SuciPerbaikan Jalan di KBB Sudah Diajukan, Camat: Tinggal Menunggu Direalisasikan Atau Tida
Salah seorang warga, Diki Okta (30) mengatakan, ia beserta istri dan anakanya sengaja datang ke Komplek Pemda Bandung Barat hanya untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.
“Udah mau masuk tapi disuruh balik lagi, pengen ngabuburit sambil olahraga,” ujar Diki kepada wartawan, Jumat (22/3/2024).
Ia menilai, seharusnya pemerintah tak perlu menutup akses di lingkungan Pemda Bandung Barat, pantaran semua pembangunan di kawasan itu hasil uang rakyat.
Apalagi lanjut dia, di dalam lingkungan Pemda Bandung Barat terdapat satu lapangan dan Miniatur Ka’bah.
“Itu kan ruang publik, tadinya mau ajak anak liat-liat miniatur ka’bah,” imbuhnya.
Sementara itu, warga lain, Ida mengatakan, ruang publik yang ada di lingkungan Pemkab Bandung Barat seyogyanya dapat dinikmati masyarakat hingga batas jam tertentu.
“Kalau malam ya setuju lah ditutup rapat-rapat akaes masuk ke lingkungan Pemkab Bandung Barat. Tapi kalau sore hari kan bisa digunakan untuk berolahraga,” katanya.
Baca Juga:Ditabrak Truk, Pemotor Tewas di Jalan Soekarno-Hatta BandungPemprov Jabar Bakal Bentuk BUMD Baru Bidang Transportasi Umum
Ia menambahkan, keberadaan miniatur Ka’bah yang digadang-gadang menjadi ruang publik religius tersebut seharusnya dimaksimalkan di bulan ramadhan 1445 Hijriah ini.
“Kenapa sih harus alasan menghindari maksiat di siang hari. Bisa saja kan petugas berpatroli rutin, kalau ada yang mencurigakan bisa saja ditegur secara lisan,” katanya.
“Misalnya, di little Ka’bah ada kegiatan tadarusan atau murajaah yang hendak bertindak macam-macam pasti malu. Tidak semua yang datang ke lingkungan Pemda mempunyai niat tidak baik,” katanya.
Ia berharap, pihak berwenang di lingkungan Pemkab Bandung Barat lebih terbuka dengan aktivitas warga yang datang pada sore hari. Ketika dibiasakan hal baik tentu hal buruk akan minim terjadi.
