JABAR EKSPRES – Rabu 28 Februari 2024 AHY Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) secara khusus datang bersama Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni ke IKN. Dalam kunjungannya dirinya memantau proses perkembangan Pembangunan yang sedang dilakuakan.
Dalam kunjungannya ke IKN, Menteri ATR/BPN AHY juga melihat secara langsung lokasi gedung-gedung pusat pemerintahan seperti Istana Negara, Kantor Presiden, blok-blok yang menjadi lokasi gedung Kementerian Koordinator, hingga perumahan tapak jabatan menteri bagi para pembantu Presiden yang nantinya tinggal dan bertugas di IKN.
Terdapat 9 rencana detail tata ruang (RDTR) IKN yang juga sudah dituntaskan, kemudian terdapat 21 paket pengadaan tanah IKN di mana 10 paket sudah tuntas, sedangkan yang 11 paket tersisa progresnya mencapai 80 persen dan tinggal 20 persen lagi yang perlu dikawal dengan baik.
Baca Juga:Selama Ramadan Nanti, Satpol PP Pantau Sejumlah Titik di Wilayah CimahiDisatroni Maling Saat Rumah Sedang Sepi, Uang Senilai Rp 60 Juta Hilang di Kampung Ciburial Soreang
“Dengan demikian, harapannya 100 hari kerja Menteri ATR/BPN yang baru ini bisa kita tuntaskan dan mudah-mudahan itu semua bisa mendukung secara penuh pengembangan kawasan. Kita berharap bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga lokasi-lokasi pendukung strategis lainnya seperti Alhamdulillah dengan adanya Badan Bank Tanah bisa menyiapkan lahan untuk Bandara VVIP IKN maupun infrastruktur penunjang lainnya,” kata AHY dikutip Jabara Ekspres dari Antara.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terpukau dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur dalam kunjungan perdananya.
“Kesan pertama, saya terpukau dengan apa yang menjadi mimpi besar Bapak Presiden RI Jokowi dan kita semua untuk menghadirkan pusat pemerintahan, dan harapannya juga menjadi pusat kemajuan bangsa dan peradaban Nusantara yang diharapkan benar-benar bisa menghadirkan kebijakan pada saatnya nanti yang terus memajukan ekonomi Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,” kata AHY.
Menurut nya, pembangunan IKN adalah proyek besar dan sebuah mahakarya di mana pemerintah memfokuskan terlebih dahulu pada pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
“Ini tidak mudah karena merupakan proyek besar, mahakarya yang saya katakan tadi bahwa kita ingin fokus terlebih dahulu di KIPP di mana pemerintahan intinya (core government) ada di sini,” kata AHY.
