Hendrajit menekankan bahwa pentingnya pemahaman geopolitik sebagai masukan yang penting dalam proses pengambilan keputusan mengenai keanggotaan Indonesia di BRICS, sehingga keputusan yang diambil sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.
Dia juga menambahkan bahwa keberhasilan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955 dan Gerakan Non-Blok di Beograd pada tahun 1961 harus menjadi pedoman dalam merespons tantangan global, sehingga bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS dapat menjadi momentum untuk kembali menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci di arena global maupun regional.
“Dengan demikian, bergabungnya Indonesia sebagai anggota baru BRICS justru akan semakin meningkatkan pamornya di kalangan negara-negara ASEAN, yang notabene merupakan negara-negara yang sekawasan dengan Indonesia, Asia Tenggara,” ucap Hendrajit.
Baca Juga:Xiaomi Hadirkan 3 Smartwatch Canggih untuk Pecinta Olahraga dengan Harga BersahabatXiaomi 14 Ultra: Impian Para Fotografer dengan Sensor Kamera 1 Inci dan Lensa Leica
Keanggotaan di BRICS dapat memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan penyeimbang di tengah ketegangan global antara berbagai kepentingan regional dan global.
