Diterjang Puting Beliung, 13 Pabrik di Sumedang Rusak dan 2.500 Pekerja PT Kahatex Harus Dirumahkan Sementara

Ilustrasi: Bangunan gudang pabrik PT MAU di Kawasan Industri Dwipapuri Abadi, Kecamatan Cimanggung, Sumedang yang rusak diterjang angin puting beliung. (Yanuar/Jabar Ekspres
Ilustrasi: Bangunan gudang pabrik PT MAU di Kawasan Industri Dwipapuri Abadi, Kecamatan Cimanggung, Sumedang yang rusak diterjang angin puting beliung. (Yanuar/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pasca terjangan angin puting beliung yang memporak-porandakan wilayah Kecamatan Jatinangor-Cimanggung, Kabupaten Sumedang, membuat sedikitnya 13 bangunan pabrik mengalami kerusakan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Kabupaten Sumedang, Luddy Sutedja, yang juga Manajer Umum Bidang Humas dan Lingkungan di PT Kahatex.

“Ada 13 perusahaan di sekitar PT Kahatex yang menjadi terdampak angin puting beliung kemarin,” kata Luddy, Kamis (22/2).

Baca Juga:BPBD Kabupaten Bandung Sebut 1308 jiwa di Tiga Kecamatan TerdampakTerdakwa Kades Majasetra Divonis 4 Bulan Penjara oleh Hakim, Secara Sah Lakukan Kampanye pada Caleg DPR RI

Menurutnya, angin puting beliung yang menerjang sejumlah bangunan pabrik, berdampak juga terhadap operasional produksi hingga aktivitas karyawan.

“Sebanyak 22 gedung departemen dilingkungan perusahaan tekstil PT Kahatex mengalami rusak parah, dan tidak bisa beroperasi akibat sapuan angin puting beliung yang terjadi kemarin,” jelas Luddy.

“Oleh sebab itu, sebanyak 2.500 karyawan PT Kahatex mesti dirumahkan,” lanjutnya.

Luddy menerangkan, dirumahkannya 2.500 karyawan tersebut bukan tanpa alasan. Akan tetapi, mengingat kondisi sejumlah gedung yang rusak diporak-poranda oleh terjangan angin puting beliung, membuat aktivitas produksi terpaksa dihentikan sementara.

“Kami belum bisa menyampaikan jumlah kerugian perusahaan, akibat dampak peristiwa ini,” terangnya.

Luddy mengungkapkan, pendataan kerugian materil belum bisa disampaikan alias membutuhkan waktu yang tidak singiat, termasuk dihentikan sementaranya aktivitas produksi.

“Yang jelas, terdapat 22 bangunan departemen pabrik (PT Kahatex) yang atapnya porak poranda, berikut sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Disamping atap bangunan yang rusak akibat diporak-porandakan angin puting beliung, Luddy mengaku ada beberapa mesin pabrik juga yang tertimbun oleh puing-puing.

Baca Juga:Tingkatkan Literasi Digital, Aptiknas Mulai Perkuat Perkembangan Teknologi AI di Kota BogorPria Paruh Baya di Bogor Meninggal Dunia Usai Tersengat Tawon, Ini Kesaksian RT Setempat

“Jadi mesin itu tidak bisa digunakan untuk produksi. Dan para karyawan yang bekerja di departemen itu terancam diliburkan sampai gedung ini selesai dibetulkan,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar