Puting Beliung Sumedang – Rancaekek Jadi Warning bagi Pemkot Bandung

Kawasan padat penduduk di wilayah Kota Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Kawasan padat penduduk di wilayah Kota Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bencana angin puting beliung yang terjadi di wilayah Sumedang – Bandung, pada Rabu (21/2). Perlu dijadikan fokus perhatian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Tak hanya puting beliung, segenap permasalahan akibat cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor perlu diperhatikan. Hal ini berkenaan dengan kawasan padat penduduk yang terbilang kumuh banyak tersebar di berbagai wilayah.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Achmad Muhtar menuturkan, kawasan tersebut menjadi wilayah yang paling terdampak apabila bencana banjir, tanah longsor, maupun puting beliung terjadi di Kota Bandung.

Baca Juga:Harga Beras di KBB Belum Terkendali, Pelaku Usaha Kuliner MenjeritSoroti TPK Sarimukti, Begini Kata Pemerhati Lingkungan

“Itu dampak dari renggangnya pengawasan pembangunan, jadinya sulit menata ulang. Imbasnya, penataan untuk menanggulangi (bencana) mengeluarkan biaya yang lebih besar, ” ujarnya kepada Jabar Ekspres, (22/2)

Belum lagi, bencana dinilai tengah mengintai Kota Bandung akibat cuaca ekstrem yang tengah terjadi.

“Kalau gak ada kebijakan yang diambil, hal ini bakal sulit dilerai. Perlu ada langkah konkrit yang bisa meminimalisir terjadi hal ini (bencana),” ungkapnya

Dirinya menyarankan, Pemkot Bandung harus segera melakukan pengkajian terkait bencana yang kerap menghampiri Kota Bandung. Hal ini guna mengurangi segala jenis resiko.

“Kebiasaannya kan pas ada bencana baru diperhatikan. Lakukan pengkajian, mana yang salah dan harus diperbaiki. Selama ini langkah yang diambil nyatanya kan belum mampu mengurangi permasalah kaya banjir dan lain-lain,” paparnya

Perlu diketahui, dilansi dari data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung, di tahun 2022 terdapat sebesar 468,031 hektar permukiman kumuh.

Bahkan Kota Bandung pernah mendapat predikat Kota paling kumuh di Jawa Barat. Hal ini mengacu pada 151 Kelurahan yang mana 121 Kelurahan masuk kategori kumuh. Pada 2015, wilayah kumuh di Kota Bandung mencapai 1.500 hektare.

Baca Juga:Pasca Putingbeliung di Jatinangor – Rancaekek, Pemkab Sumedang Tetapkan Status Tanggap DaruratPersib Resmi Berpisah dengan Stadion GBLA di Sisa Kompetisi Liga 1 2023/2024

Namun besaran tersebut mengalami penurunan semenjak Pemerintah Pusat memberikan Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp53,7 Miliar.

Maka dari itu, pengkajian lewat kemitigasian bencana perlu segera dilakukan oleh Pemkot Bandung. Sebab, apabila hal tersebut tak diperhatikan, bukan tak mungkin kerugian besar akan didapat akibat bencana yang terjadi di Kota Bandung. (Dam)

0 Komentar