Diduga Proyek Asal-asalan, Kantor Dinas Perpus Kota Banjar Kembali Rusak Akibat Diinjak Kucing

Kerusakan bagian enternet atap di lantai tiga gedung Perpus di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar, Senin 19 Februari 2024.
Kerusakan bagian enternet atap di lantai tiga gedung Perpus di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar, Senin 19 Februari 2024. (Foto: Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar di dekat Pusdai kembali jadi sorotan. Kali ini, kerusakan di kantor yang rampung dibangun tahun lalu dengan anggaran Rp10 miliar lebih itu, pada bagian enternet atap. Kondisinya ambruk dan menyisakan kerusakan pada bagian pojok di atas tangga menuju lantai tiga.

Menurut salah satu security di kantor tersebut, kerusakan pada bagian enternet tersebut akibat diinjak kucing.

“Ada kucing, jadi ambrol enternetnya, kejadian kemarin,” kata dia yang enggan disebut namanya, Senin 19 Februari 2024.

Baca Juga:Satu Bulan Tak Ditemukan, Pencarian ABK Hilang asal Magelang di Laut Sukabumi DihentikanProyek Pembangunan TPT Muarasasi Bogor Telan Korban, Bima Arya Minta Dinas PUPR Setop Pekerjaan

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar Kania Permasih SSTP MSi tidak menanggapi saat dikonfirmaso terkait kerusakan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIB setelah ibu-ibu yang merupakan petugas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menghadiri kegiatan sosialisasi Gelar Pelangi 2023 di lantai 4 gedung tersebut.

Petugas BPBD Banjar mengalami kesulitan saat proses evakuasi. Sebab, tidak adanya kunci darurat untuk membuka pintu lift. BPBD Banjar pun kemudian berkoordinasi dengan teknisi lift yang ada di rumah sakit.

Kebocoran pipa di tiga titik terdapat di lantai 4 dan lantai 2 dan lantai dasar. Kerusakan itu dibuktikan saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Kota Banjar Jumat 18 Mei 2023.

3.Keterlambatan Pengerjaan

Sesuai masa kontrak, pembagunan gedung Perpus itu dutargetkan rampung pada tanggal 30 Desember 2022 dan masuk pada addendum ketiga. Namun hingga Februari 2023, gedung itu baru mencapai 90 persen. (CEP)

0 Komentar