Dukung Petani, Pemerintah Alokasikan Tambahan Subsidi Pupuk Sebesar Rp14 Triliun

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun pada tahun 2024. Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan yang dihadapi oleh petani, terutama terkait penundaan masa panen yang disebabkan oleh fenomena El Nino.

Meskipun sebelumnya telah dialokasikan dana sebesar Rp 25 triliun setiap tahunnya untuk program subsidi pupuk, penambahan ini diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi petani untuk mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau dan mendukung percepatan musim tanam.

“Pemerintah telah menambahkan alokasi pupuk subsidi. Sebelumnya anggaran di APBN 2024 itu Rp 25 triliun, tapi karena Pak Presiden beberapa kali turun ke lapangan dan melihat ada kekurangan maka akan ditambahkan Rp 14 triliun dan itu setara dengan 2,5 juta ton pupuk subsidi,” ujar SVP Strategi Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Iyan Fajri saat ditemui usai menghadiri kegiatan Gebyar Diskon Pupuk di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (7/2/2024).

BACA JUGA: Banyaknya Petisi dari Kampus Ternama, Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud Buka Suara

Iyan menjelaskan, penambahan alokasi subsidi ini juga bertujuan untuk mendukung program percepatan musim tanam pada tahun 2024.

“Kami ingin membantu petani mendapatkan pupuk di musim tanam ini. Seperti yang kita ketahui bersama pada tahun lalu El Nino sangat panjang sehingga petani menunda musim tanamnya,” tambahnya.

Selain itu, tak hanya pupuk bersubsidi saja yang menjadi fokus pemerintah, tetapi kata dia, pemerintah juga akan menjamin ketersediaan pupuk non-subsidi.

Terlebih kata dia, hingga tanggal 4 Februari 2024, ketersediaan pupuk bersubsidi dan nonsubsidi tercatat sebesar 1.936.489 ton atau setara sekitar 300 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah

“Kami juga ingin memperlihatkan stok kami sangat cukup, bahkan lebih, sehingga petani kami minta jangan khawatir untuk pupuk baik subsidi maupun non-subsidi,” ungkapnya.

Adapun dalam upaya mempermudah proses distribusi pupuk, kata Iyan, pemerintah juga telah memfasilitasi mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Selain itu kami juga telah menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari hingga Februari 2024. Dan hari ini kami membagikan 5000 kupon untuk 5000 orang petani, satu petani akan mendapatkan pupuk NPK PHONSKA PLUS sebanyak 25 kilogram dan pupuk urea sebanyak 25 kilogram,” ungkap Iyan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan