Pedagang Asongan yang Jadi Profesor

JABAR EKSPRES – Hampir 15 Tahun Gio berdagang asongan dari jalan ke jalan. Dari Alun Alun-Kebun Kelapa-Buah Batu-Gedung Sate, Gio lewati setiap harinya.

Namun Gio yang mempunyai nama Asli Giovani Tarega alias Mang Geo, tetap tidak menyerah. Gio tetap sekolah meski berkekurangan.

Gio yatim piatu sejak kecil. Sejak kecil gio hidup dari berdagang. “Dari kelas satu SD, Mang Geomah sudah dagang asongan pastel. Ucap Gio dalam wawancara.

Dagang asongan itu berlanjut hingga gio kuliah S3. Berdagang asongan ini hanya diketahui oleh beberapa teman kuliahnya saja, Karena Gio tidak mau orang lain Iba terhadapnya.

Pengalaman berdagang asongan itu membuat Gio sangat peduli terhadap masalah sosial. Hingga akhirnya Gio membuat pesantren yatim dan dhuafa gratis seumur hidup yaitu pesantren yatim dan dhuafa Alkasyaf di Bandung.

Ratusan anak yatim dan dhuafa kini berada di pesantrennya. Gio ingin kelak anak anak ini menjadi Doktor dan dapat bermanfaat bagi manusia lainnya, begitu kata Gio.

Gio mengajarkan AlQuran, Kitab, dan literasi Islam lainnya di Pesantren. Juga mewajibkan santrinya untuk dapat berdagang dan mempunyai lifeskill untuk bekal hidupnya.

Kini Gio telah menulis lebih dari 40 Buku, dan Telah mendapat ratusan penghargaan dari Nasional maupun Internasional. Tahun 2023 Gio mendapat penghargaan dari ECOSOC PBB sebagai pemberdaya Ekonomi Masyarakat Kecil.

Tahun 2023 Gio diangkat menjadi Guru Besar atau Profesor dalam Filsafat dan Tasawuf oleh Universal Institute Of Profesional Management (UIPM).

Gio berpesan, agar para akademisi, hendaknya “turun gunung” untuk langsung memperbaiki kehidupan masyarakat kecil jangan sekedar duduk dibelakang meja saja. “Ungkap Gio pria kelahiran Bandung yang kini berusia 43 tahun itu.** (Syifaulia)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan