Garda Revolusi Iran Luncurkan Rudal ke Pusat Intelijen Israel di Irak

JABAR EKSPRES – Garda Revolusi Iran telah meluncurkan serangkaian serangan rudal balistik ke target di Suriah dan Irak utara.

Salah satu target yang dianggap penting oleh Garda Revolusi Iran adalah pusat intelijen Israel yang dijalankan oleh Mossad.

Pasukan Garda Revolusi Iran bersikeras bahwa serangan mereka terhadap “pusat spionase” di Erbil, Irak, adalah pembalasan atas serangan Israel yang menewaskan komandan Iran di Suriah dan anggota kelompok militan yang didukung oleh Iran.

Serangkaian serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS mengutuk serangan-serangan di Erbil dan menyatakan bahwa hal itu akan semakin mengganggu stabilitas wilayah tersebut.

“Kami menentang serangan-serangan rudal Iran yang sembrono, yang merusak stabilitas Irak,” kata Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Otoritas Kurdi melaporkan bahwa serangan Iran mengakibatkan empat orang tewas dan enam lainnya terluka di Erbil. Beberapa rudal juga dilaporkan menghantam dekat konsulat AS, meskipun tidak ada kerusakan pada misi diplomatik tersebut.

“Tidak ada fasilitas AS yang terkena dampak. Kami tidak melacak kerusakan infrastruktur atau korban luka saat ini,” kata seorang pejabat AS.

Baca Juga: Hamas Rilis Dua Sandera yang Tewas Akibat Serangan Israel

Otoritas Kurdi menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan wilayah Kurdistan dan Irak” dan meminta Baghdad dan komunitas internasional untuk tidak tinggal diam terhadap kejahatan ini.

Iran juga meluncurkan serangan rudal di Suriah, yang mereka klaim sebagai tanggapan atas serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh ISIS dan menewaskan hampir 100 orang di Iran selatan.

Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas tiga bulan yang lalu. Selain itu, kelompok militan Hizbullah di Lebanon, pemberontak Houthi di Yaman, dan militan Irak yang didukung Iran juga telah meningkatkan serangan mereka terhadap Israel dan pasukan Amerika Serikat.

Meskipun Iran telah menyatakan bahwa mereka tidak ingin terlibat langsung dalam konflik yang lebih luas dengan AS atau Israel, mereka terus mendukung kelompok-kelompok proksi dalam apa yang mereka sebut sebagai Poros Perlawanan. Konflik antara Iran dan Israel juga telah menimbulkan kekhawatiran akan risiko pecahnya konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan