JABAR EKSPRES – Militer AS dan Inggris telah meluncurkan serangan besar-besaran di Yaman sebagai pembalasan terhadap serangan Houthi yang didukung oleh Iran. Serangan ini melibatkan penggunaan rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perang, kapal selam, dan jet tempur.
Lebih dari 60 target di 16 lokasi yang digunakan oleh Houthi diserang, termasuk pusat komando dan kontrol, depot amunisi, dan sistem radar pertahanan udara.
Presiden Joe Biden menyatakan bahwa serangan ini adalah tanggapan terhadap serangan Houthi terhadap kapal internasional di Laut Merah.
Baca Juga:Aplikasi Penghasil Uang TPG Apakah Aman? Berikut PenjelasannyaApakah Aplikasi Penghasil Uang Toyar Video Terjamin Keamanannya?
“Serangan ini merupakan tanggapan langsung terhadap serangan Houthi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kapal-kapal maritim internasional di Laut Merah – termasuk penggunaan rudal balistik anti-kapal untuk pertama kalinya dalam sejarah,” ujar Biden dalam sebuah pernyataan.
Namun, Rusia meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat guna membahas serangan ini. Pihak Houthi juga bersumpah akan melakukan pembalasan yang lebih besar lagi terhadap AS dan Inggris.
Sementara Houthi mengklaim bahwa serangan mereka ditujukan untuk menghentikan perang Israel-Hamas di Gaza, meskipun semakin banyak target mereka tidak berhubungan dengan Israel dan mengancam jalur perdagangan penting.
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut Houthi menghentikan serangan dan mengutuk Iran sebagai pemasok senjata mereka. Inggris berpartisipasi dalam serangan ini sebagai bagian dari upaya pemerintahan Biden untuk memiliki koalisi internasional yang luas dalam memerangi Houthi.
Serangan tersebut memicu peringatan koalisi internasional yang peduli terhadap dampaknya terhadap pelayaran internasional di Laut Merah. AS juga telah menciptakan misi keamanan maritim baru untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.
