JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) meyebut, membutuhkan biaya besar dalam membangun satu Sekolah Atas maupun Kejuruan (SMA/SMK) baru.
Hal itu dikarenakan, menurut Kepala Disdik Jabar Wahyu Mijaya, selain membutuhkan lahan yang luas, pembangunan satu sekolah SMA/SMK baru juga, harus memiliki beberapa fasiltas lengkap.
“Jadi kita siapkan yang paling dasarnya dulu. Nah ditahun-tahun berikutnya, baru kita langsung masukkan ke dalam DAK (Dana Alokasi Khusus). Sehingga proses pembangunannya itu bisa berlanjut. Jadi tidak satu kali tuntas,” katanya.
Baca Juga:Tak Ada Jalan Keluar, Warga Pilih Galbay Pinjol Guna Menata Kehidupan Lebih BaikHutang Warga Terjerat Pinjol Tembus Rp1,3 Triliun, DPRD Kota Bandung Berikan Saran
Wahyu mengungkapan, di tahun ini akan ada 11 SMA/SMK Negri Baru yang direncanaka dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Bahkan 11 Sekolah baru tersebut, kata dia sudah memilki lahan.
“Sekarang kita sedang mengkomunikasikan baik dengan Kabupaten kota yang memang berencana misalnya menghibahkan lokasi-lokasi tanahnya. Jadi sekarang kita sedang inventarisir mana yang paling membutuhkan dengan adanya ketersediaan lahan. Jadi, kami sudah ada prioritasnya,” ungkapnya.
