Perlu diketahui, sekolah tersebut menimbulkan keresahan bagi warga sekitar. Selain berada dalam kawasan perumahan, sekolah tersebut tengah melakukan proses pembangunan gedung baru.
Imbas pembangunan tersebut, dikhawatirkan material bangunan mengenai masyarakat sekitar. Disisi lain, masyarakat terganggu akibat lalu lalang mobil jemputan.
Fatalnya, dalam pembangunan sekolah tersebut. Tanda tangan 12 warga sekitar dimanipulasi guna izin membangun sekolah tersebut.
Baca Juga:Dikerangkeng di Lapas Sukamiskin, Yana Mulyana CS Tak DispesialkanMengenal Sesar Lembang: Patahan Berbahaya yang Menjadi Surga Wisata
Kini kasus tersebut dilimpahkan kepada pihak Polisi Daerah Jawa Barat atau Polda Jabar. (Dam)
