Apakah Aplikasi Penghasil Uang Maersk Aman Meski Pakai Skema Ponzi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Aplikasi penghasil uang Maersk yang diduga menggunakan skema ponzi.
Aplikasi penghasil uang Maersk yang diduga menggunakan skema ponzi.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Satu lagi aplikasi penghasil uang yang kini sedang disorot, karena diduga menggunakan skema ponzy, yakni aplikasi Maersk.

Banyak membernya yang tidak percaya bahwa aplikasi penghasil uang Maersk ini menggunakan skema ponzi, atau ada yang tidak peduli skema apa yang dipakai, selama masih menghasilkan untuknya, maka tetap akan dijalankan.

Hal inilah yang membuat banyak influenser makin giat mengedukasi masyarakat, agar menghindari investasi yang menggunakan skema ponzi.

Baca Juga:Daftar 17 Idol KPop yang Diduga Promosikan Produk Pro-Israel di Media SosialnyaLee Sung Kyun Sempat Tinggalkan Wasiat Sebelum Ditemukan Meninggal di Dalam Mobilnya

Pasalnya, skema ponzi atau yang dulu lebih banyak disebut sebagai skema piramida, dinilai merugikan masyarakat yang banyak menjadi downlinenya.

Cara mendapatkan keuntungan dari skema ponzi ini adalah dengan menjaring lebih banyak downline, yang akan menyetor sejumlah uang untuk uplinenya. Sehingga keuntungan besar hanya bisa didapat setelah member menjadi upline.

Upline yang berhasil adalah yang memiliki banyak downline dan loyal dalam menyetor uang dengan berbagai modus.

Sementara di aplikasi Maersk ini, penyetoran uangnya menggunakan modus penyewaan atau pembelian berbagai peralatan kargo dengan berbagai pilihan sesuai dengan keuangan para downline.

Setiap nominal penyewaan ini dijanjikan akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan aturan yang diterapkan oleh perusahaan.

Bahkan biasa sewa akan dikembalikan setelah amsa sewa berakhir, namun keuntungan selama masa sewa akan tetap jadi milik penyewa dan bisa diambil setiap hari.

Semakin banyak penyewaan dilakukan dan semakin besar nominal yang dipilih, maka semakin besar keuntungan yang akan diperoleh. Bahkan banyak yang mengaku sudah balik modal, namun masih terus melakukan penyewaan agar mendapatkan keuntungan lebih besar.

Baca Juga:Bentuk Yayasan JUSTPEACE, G-Dragon Langsung Donasi Rp3,5 Miliar untuk Penanganan NarkobaRekomendasi Outfit untuk Acara Tahun Baru di Alam Terbuka

Selain itu, untuk menarik lebih banyak member, aplikasi ini juga kerap menyelenggarakan promo atau even yang wajib diikuti oleh membernya.

Karena dengan ikut even ini, perusahaan menjanjikan lebih banyak keuntungan seperti kenaikan level VIP yang lebih cepat, juga profit yang lebih besar.

Padahal berbagai even ini bisa menjadi salah satu tanda-tanda bahwa aplikasi tersebut sedang mengalami gejala scam.

0 Komentar