JABAR EKSPRES – Menjelang akhir tahun 2023, sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat termasuk Kabupaten Bandung, tengah memasuki masa pancaroba, alias peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Kendati demikian, cuaca panas masih kerap melanda sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk wilayah Kabupaten Bandung.
Melalui analisa pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dipaparkan bahwa fenomena yang terjadi disebabkan adanya penguapan air.
Baca Juga:Perekrutan Petugas KPPS di Bandung Barat Masih Minim PeminatNataru 2024 Kondusif di Kota Bandung, Begini Upaya Pemkot
Disampaikan, pihak BMKG Bandung pada dasarian II Desember ini mencatat suhu tertinggi adalah 32,9 derajat selsius. Rahayu, atau akrab disapa Ayu, menjelaskan, dengan susu tinggi tersebut maka membuat kelembapan tergolong tinggi.
Kelembapan yang relatif tinggi tersebut, dari analisa pihaknya, mencatat bahwa kelembapan mencapai 90 persen.
“Udara yg mengandung uap air, kemudian kondisi perawanan yg terbuka, dan sedikitnya kejadian hujan menjadi sebab mengapa cuaca terasa gerah atau ‘ngelekeb’ akhir-akhir ini,” jelasnya.
“Karena walaupun terjadi penurunan, hujan dalam skala sangat lokal masih berpotensi terjadi,” terang Ayu.
Menurutnya, mengingat saat ini suhu dan cuaca masih tergolong belum stabil, maka penurunan kondisi imunitas tubuh pun cukup terancam.
“Jangan lupa menjaga kesehatan tubuh dan stamina terutama dalam menjaga kondisi tubuh agar tidak dehidrasi,” ujar Ayu.
