Sekitar 25 Ribu Jamaah Asal Jabar Dipastikan Terbang Melalui BIJB pada Pelaksana Ibadah Haji 2024

JABAR EKSPRES – Jumlah calon jamaah haji asal Jawa Barat (Jabar) yang akan berangkat dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di tahun 2024 nanti, dipastikan akan mengalami penambahan.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jabar, Ajam Mustajam memperkirakan, akan ada sekitar 25 ribu calon jamaah haji yang terbang melalui BIJB kertajati dan sisanya menggunakan Bandara Soekarno-Hatta.

“Dari Kertajati akan bertambah. Kalau kemarin (2023) 11 ribu, nah nanti (2024) diperkirakan akan ada sekitar 20 – 25 ribu (calon jamaah haji),” katanya belum lama ini.

BACA JUGA: Harga Melonjak Tinggi, Pedagang Pasar Atas Keluhkan Sepi Konsumen

Untuk kuota calon jamaah haji sendiri, Ajam mengatakan, di tahun depan nanti, Kemenag Jabar masih menggunakan metode yang sama seperti di tahun 2023, yakni sekitar 30 ribu jamaah. Namun, untuk penerbangannya sebagian besar akan difokuskan terlebih dahulu melalui BIJB Kertajati.

“Jadi InsyaAllah sebagian besar akan berangkat di Bandara Kertajati. Nah, untuk kuotanya itu kita masih eksisting seperti tahun kemarin ditambah dengan para petugas dan pembimbing,” ungkapnya.

Semetara itu, disinggung soal Indonesia yang mendapatkan kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi untuk pelaksanaan ibadah haji 2024, Ajam mengaku Jabar sampai saat ini belum mendapatkan surat keputusan (SK) tersebut.

BACA JUGA: Realisasi Target PAD BLUD RSU Banjar Diprediksi Capai 85 Persen

“Adapun Informasi bahwa Indonesia telah mendapatkan tambahan (Kuota), sejauh ini SK penambahan kuota untuk jabar belum kami terima. Tapi pasti akan ada tambahan, dan kalau ada kuota tambahan (jamaah) kemungkinan 40.000 termasuk petugas dan pembimbing (haji 2024,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 nanti, Indonesia resmi mendapatkan tambahan kuota jamaah dari Pemerintah Arab Saudi. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman al-Saud di Istana Al-Yamamah, Riyadh, pada 19 Oktober 2023 lalu.

“Saat bertemu dengan PM Mohammed bin Salman, saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang. Bahkan, ada yang harus menunggu 47 tahun sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji. Alhamdulillah ditanggapi sangat positif dan kurang dari 12 jam komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan, paling tidak 20.000 untuk tahun depan tambahannya diberikan untuk Indonesia,” ujar Jokowi. (San)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan