Dwihadi melanjutkan, ada pun penyebab dari infeksi jamur pada paru-paru basah yang cenderung lebih sering terjadi pada individu dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang melemah.
“Infeksi juga dapat terjadi setelah terhirupnya jamur dari tanah atau kotoran burung. Beberapa contoh jamur yang dapat menyebabkan paru-paru basah adalah Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus, dan Histoplasmosis.,” terang Dwihadi.
Selain infeksi, paru-paru basah juga dapat terjadi akibat hal lain, misalnya pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing.
Baca Juga:Pelanggaran Pemasangan APK di Lingkungan Sekolah di Cimahi Selatan Jadi SorotanTekan Inflasi, Disperindag Jabar Gelar Operasi Pasar Murah Mulai 12-14 Desember 2023
“Seperti cairan lambung, air liur, makanan, atau minuman, ke dalam saluran napas dan menimbulkan gangguan pada paru-paru. Pada kasus tertentu, paru-paru basah juga bisa muncul akibat efusi pleura,” kata Dwihadi.
Dwihadi menerangkan, untuk pencegahan paru-paru basah sebenarnya tidak sulit, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat seperti lakukan vaksinasi pneumonia (vaksin PCV) dan influenza.
Juga untuk menghindari kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, mencuci tangan secara rutin guna mencegah penularan kuman.
“Menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempatnya, menutup mulut dan hidung saat bersin, serta menggunakan masker, terutama dalam kondisi polusi udara atau di sekitar individu yang sedang mengalami batuk pilek,” imbaunya.
Terkait dengan pengobatan bilamana ada yang terjangkit pneumonia, akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan yang dialami oleh pasien.
“Pneumonia akibat infeksi bakteri akan ditangani dengan obat antibiotik. Dokter juga dapat memberikan obat pneumonia lain untuk meredakan gejala batuk, demam, atau nyeri,” pungkasnya. (Mong)
