Eva mengungkapkan, akibat adanya aksi nekat itu, Kereta Cepat Whoosh sempat tertahan dan melambat atau menurunkan batas kecepatannya.
“Hal tersebut dimaksudkan agar proses pelaksanaan evakuasi oknum tersebut berjalan aman,” ungkapnya.
Disampaikan Eva, pada waktu yang sama petugas pun langsung melakukan pengecekan kondisi prasarana di jalur kereta cepat, bertujuan untuk memastikan seluruh jalur dalam keadaan aman kembali.
“Akhirnya, pukul 10.00 (WIB) kecepatan perjalanan dapat kembali normal,” imbuhnya.
Baca Juga:3 Tersangka Kasus Subang Belum Ditahan, Ini Kata Polda JabarPotensi Kebakaran di Musim Hujan, Damkar Kota Cimahi Imbau dengan Cara Ini
Eva menuturkan, langkah tindak lanjut atas terjadinya peristiwa tersebut, sejumlah petugas keamanan dan peralatan seperti sensor pendeteksi hingga CCTV dipasang di titik-titik rawan.
“Pemagaran juga telah dilakukan untuk mencegah masuknya objek ke jalur Kereta Cepat Whoosh,” tuturnya.
Eva menyampaikan, supaya kejadian serupa tidak terulang, pihak Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) akan melakukan evaluasi lanjutan.
Dia mengaku, keselamatan penumpang dan perjalanan kereta cepat, merupakan hal yang selalu diutamakan pihak KCIC dalam layanan Kereta Cepat Whoosh,
