JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggelar kegiatan silaturahmi atau Sarasehan bersama keluarga pahlawan nasional asal Majalengka yakni KH Abdul Chalim, Senin, (27/11).
Digelar di El Hotel Bandung, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin mengatakan bahwa hal itu dilakukan sebagai sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada sosok KH Abdul Chalim.
“Kita kadang-kadang lupa, bahwa para pahlawan itu tidak hanya kita hormati, tapi kita teladani dan pelajari hidupnya, karena pasti pahlawan itu pertama dia rela berkorban, dan juga sudah pasti hidupnya sederhana karena semuanya dia berikan kepada negara,” imbuhnya.
Baca Juga:Dinas Pendidikan Kota Cimahi Tingkatkan Kualitas Guru Melalui Pelatihan IntensifBum! Gas 3 Kg Meledak di Pasar Cisarua Bogor, Ternyata Berasal dari Kios Jamu
Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jabar Dedi Supandi menambahkan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada KH Abdul Chalim ini, merupakan hasil pengkajian pihaknya.
“Beliau (KH Abdul Chalim) ternyata pernah bersama-sama dengan kelompok Nadhlatul Ulama, mendirikan Nadhlatul Wathan, juga bersama-sama mengundang para kiai untuk terbentuknya NU, termasuk beliau juga yang menjadi Penasihat Spiritual pada saat terjadinya pertarungan melawan penjajah di Surabaya pada tanggal 10 November,” ucapnya di tempat yang sama.
Sehingga dengan hal itu, Dedi menuturkan pihaknya selaku TP2GD Jabar, langsung mengusulkan sosok KH Abdul Chalim untuk dapat menyandang gelar sebagai pahlawan nasional.
Nah saya sebagai ketua TP2GD memang tidak asal-asalan untuk mengusulkan pahlawan nasional salah satunya di tahun kemarin yang kita usulkan pak KH Abdul Chalim dan bu Inggit Garnasih. Tapi kemungkinan untuk Bu Inggit Garnasih, kami dari tim akan mengusulkan kembali di tahun yang akan datang,” pungkasnya
