JABAR EKSPRES – Calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka diterpa isu miring terkait ijazah palsu dari sejumlah pihak.
Banyak yang beranggapan bahwa adanya tudingan mengenai ijazah palsu ini merupakan bagian dari kampanye hitam.
“Ya, biasa. Makanya, tak (saya) bawakan ijazahnya,” imbuhnya, seperti dikutip JabarEkspres.com dari ANTARA pada Senin, 20 November 2023.
Baca Juga:Open Bidding Empat Kepala Dinas Diikuti 25 ASN BanjarGelapkan Tiket Konser Coldplay Rp5,1 Miliar, Polisi Tahan Ghisca Debora Aritonang
Selain itu, beredar tudingan miring lain bahwa Gibran Rakabuming Raka merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Saiki usume (sekarang sedang marak tudingan) Gibran lulusan SMK, lha nek (kalau) lulusan SMK kenapa tho? Kan lulusan SMK juga bagus. Tetapi ini untuk sertifikat dan lain-lain, (ijazah) S1 ada di sini. Saya bawakan biar teman-teman media bisa lihat bentuk aslinya, pegang fisiknya,” pungkas Gibran sembari menunjukkan ijazah lulusan program sarjana miliknya.
Melansir dari laman prokompim.surakarta.go.id, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini merupakan lulusan Management Development Institute of Singapore pada 2007.
Kemudian pria kelahiran 1987 ini berhasil menyelesaikan program Insearch di University of Technology Sydney Insearch, Sydney, Australia pada 2010.
Diketahui, Gibran Rakabuming Raka merupakan cawapres yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) bersama dengan calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
