Imunisasi Hepatitis B Bagi Nakes di Jabar Mulai Disuntikan

JABAR EKSPRES – Imunisasi hepatitis B bagi tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat (Jabar) mulai disuntikan. Salah satu kick-off nya dilaksanakan saat puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Gedung Bale Rame, Kabupaten Bandung, Minggu (19/11) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar R Vini Adiani Dewi mengungkapkan, imunisasi itu termasuk yang perdana untuk wilayah Jabar.

“Iya (perdana.red), hari itu target sasaran 159 nakes,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Senin (20/11).

BACA JUGA: Wasting & Stunting: Ancaman Bagi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia

Imunisasi itu tentu bakal menyasar nakes-nakes di Jabar. Teknis pelaksanaannya juga akan berkala sesuai ketersediaan vaksin.

Vaksin itu juga tidak bisa sembarangan. Artinya sebelum disuntik, para nakes juga telah melalui rangkaian screening.

Program imunisasi hepatitis B untuk nakes itu juga baru diluncurkan Kementerian Kesehatan pada 8 November lalu. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus Hepatitis B.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi Hepatitis B pada tenaga medis dan nakes di Indonesia sebesar 4,7 persen. Sedangkan proporsi nakes yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.

Secara nasional, Imunisasi Hepatitis B akan diprioritaskan kepada 541.243 Tenaga medis dan nakes yang melakukan intervensi atau tindakan medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Lalu fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Targetnya bisa tuntas pada Februari 2024.

Imunisasi Hepatitis B diberikan sejumlah 3 dosis dengan interval minimal antara dosis pertama dan kedua adalah 1 bulan, sementara interval minimal dosis kedua dan ketiga adalah 5 bulan.

BACA JUGA: Sebut Alami Penurunan, Dinkes Jabar Sebut Stunting Jabar Masih Tertinggi di Tasikmalaya, Bandung, dan Sukabumi

Di sisi lain, Jumlah nakes di Jawa Barat (Jabar) tidak sedikit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar 2022, sedikitnya ada 168.722 orang yang mengabdikan diri di bidang kesehatan.

Mereka terdiri dari tenaga medis 23.973 orang, psikologi klinis 94 orang, tenaga keperawatan 67.798 orang, tenaga kebidanan 33.046 orang, tenaga kefarmasian 18.210 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3.130 orang, tenaga kesehatan lingkungan 1.889, tenaga gizi 3.326 orang, tenaga keterapian fisik 1.695 orang, tenaga keteknisian medis 5.990 orang, tenaga kesehatan lingkungan 9.552 orang dan tenaga gizi 19 orang.(son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan