Jabar Ekspres – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) menyebut angka stunting atau kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis di tahun 2021-2022 kemarin, telah berada di angka 20,2 persen atau setara dengan 183.000 balita berusia 0-59 bulan.
Vini menambahkan, di tahun 2023 ini Pemprov Jabar memiliki target dalam menurunkan angka stunting hingga berada di angka 19 persen dan di 2024 nanti sebesar 14 persen. Maka dari itu, agar target tersebut tercapai, Ia mengatakan masyarakat khusunya remaja putri atau ibu hamil, untuk terus memperhatikan terkait dengan asupan gizi.
“Jadi buat masyarakat jangan ada stunting baru, karena penyebab stunting itu sebetulnya yang pertama mulai dari kehamilan, dan yang kedua setelah melahirkan atau setelah usia bayi di rentang 1-2 tahun. Jadi untuk ibu hamil atau remaja putri, itu jangan lupa minum obat penambah darahnya, karena stunting itu berawal dari kekurangan energi kronik termasuk anemia. Dan untuk yang sudah lahir, cegah terjadinya stunting dengan memberikan pola makan yang baik salah satunya memberikan telur, susu, sebagai makanan tambahan disamping ASI,” ungkapnya
