Ironisnya, banyak politisi global dan netizen yang membantah tuduhan-tuduhan Israel tentang RS Al Shifa sebagai pusat kendali militer Hamas. Lagi-lagi Israel gagal untuk menyebarkan propaganda untuk menjustifikasi aksi kekejamannya terhadap warga Palestina di Gaza.
Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch (HRW), mengatakan bahwa “pemerintah Israel tidak mengajukan bukti-bukti yang dapat membenarkan pencabutan perlindungan khusus bagi rumah sakit di bawah hukum kemanusiaan internasional”.
Hamas Salahkan Biden
Kelompok resistansi Hamas menyalahkan Amerika Serikat, terutama tim Presiden Joe Biden, karena telah memberikan izin untuk menyerang rumah sakit terbesar di Gaza. Hamas menyebutkan bahwa Biden sepenuhnya bertanggungjawab terhadap invasi Israel di Al Shifa.
Baca Juga:Tak Terkalahkan, Pebalap Astra Honda Kembali Raih Kemenangan di IATC 2023Tingkatkan Kapasitas Kinerja, Pemdes Ciadeg Study Banding di Yogyakarta
Hamas juga membantah bahwa mereka telah melakukan kegiatan militer dari rumah sakit manapun dalam wilayah yang menampung 2,3 juta jiwa.
