JABAR EKSPRES – Penyebaran kasus HIV AIDS di Provinsi Jawa Barat (Jabar) disebut Dinas Kesehatan (Dinkes), merupakan sebuah fenomena gunung es yang harus dipecahkan. Sebab, berdasarkan catatannya, Pengelola Program HIV Dinkes Jabar, Asep Ruhyani meyebutkan, selama periode Januari-September 2023 kemarin ada sebanyak 7.383 kasus positif yang ditemukam dengan kumulatif pemeriksaan HIV hingga 700.938 orang.
“Sementara untuk kasus AIDS di Jabar itu sebanyak 1.617, dengan daerah terbanyak masih sama Kota Bandung sebanyak 190, Kabupaten Bogor 139, Indramayu 135, Majalengka 116. Untuk jenis kelaminnya itu 22 persen wanita dan 78 persen laki-laki. Sedangkan untuk kelompok umurnya, lebih banyak di usia 40 – 49 tahun dan usia produktif,” ucapnya.
“Untuk ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di Jabar itu banyak ditemukan di usia produktif, kemudian remaja. Jadi, sekarang lagi trend secara nasional peningkatan kasus (HIV AIDS) di kalangan LSL atau laki seks laki. Dan itu peningkatannya 200 persen. Maka untuk antisipasi, kita akan melakukan pemeriksaan kepada populasi kunci. Dalam hal ini, seperti wanita PSK, warga binaan, dan ibu hamil. Jadi untuk ibu hamil itu, sebelum lahiran kita tes dulu,” pungkasnya. (San)
