Arina mengungkapkan, pendampingan dan pelatihan tersebut, diberikan kepada 50 peserta, yang diharapkan dapat memiliki keterampilan kewiraausahaan serta menyebarluaskan informasi, untuk menggugah kesadasaran masyarakat desa yang lebih luas.
“Kegiatan tersebut meliputi FGD (Forum Diskusi Grup), pendampingan dan pelatihan pendidikan berkelanjutan dan penyerahan barang untuk menunjang kegiatan kewirausahaan peserta pelatihan,” tukasnya.
Diketahui, kegiatan penyerahan barang dilaksanakan di hari yang sama, yakni pada Sabtu, 4 November 2023 lalu, kepada kelompok yang berhasil terpilih untuk memproduksi produk unggulan Desa Cibodas.
Baca Juga:Menengok Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong Unik Rujukan Masyarakat di BandungKPU Kota Bogor Resmi Umumkan 762 Caleg Pemilu 2024, Ini Link Daftar Pesertanya!
Hal itu bertujuan untuk mendukung pengembangan produk-produk tersebut, sehingga dapat meningkatkan pemasarannya di masyarakat luas.
Sementara itu, pemaparan disampaikan juga oleh Tim PKM Universitas Terbuka lainnya, Stefani Nawati Ekoresti.
“Tim PKM Universitas Terbuka menyelenggarakan sebuah FGD singkat yang berfokus pada potensi Desa Cibodas pada tanggal 23 Maret 2023,” paparnya.
Stefani menuturkan, FGD yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi produk unggulan, yang dapat dihasilkan oleh desa dan dijual serta memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait produksi produk tersebut.
Melalui pelatihan produksi, peserta dapat langsung merasakan bagaimana pendidikan berkelanjutan tidak selalu berkaitan dengan pendidikan formal.
“Sehingga mereka dapat mengalami dampak positifnya dan memahami cara melaksanakan pendidikan berkelanjutan,” tuturnya.
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan produksi produk unggulan, dilaksanakan pada 10 Mei 2023 lalu dan dihadiri oleh seluruh peserta pelatihan.
Masyarakat Desa Cibodas yang tergabung dalam kelompok PKK dibagi menjadi 10 kelompok, mewakili setiap RT di desa tersebut.
Baca Juga:Hantam Truk yang Terparkir di Bahu Jalan, 1 Pengendara Motor di Bandung Tewas Musim Pancaroba, Waspada Penyebaran Kasus DBD! Ini Kata Dinkes Jabar
Para instruktur memberikan panduan kepada setiap kelompok terkait produksi produk yang menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan memiliki karakteristik khas dari Desa Cibodas.
Desa Cibodas diketahui terkenal dengan produksi singkong, sebagai salah satu komoditas utamanya masyarakat di sana.
“Warga yang mengikuti pelatihan diberikan waktu untuk memproduksi produk unggulan yang telah mereka pilih dari kelompok masing-masing,” bebernya.
Stefani mengucapkan, untuk produk-produk tersebut, dipresentasikan pada pertemuan kegiatan selanjutnya yakni pada 24 Agustus 2023 lalu.
Disampaikan, kelompok masyarakat Desa Cibodas sebagian besar menghasilkan produk makanan, termasuk berbagai olahan singkong seperti lapis singkong, keripik singkong lada, keripik singkong asli, dan opak singkong.
