JABAR EKSPRES – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) mengungkapkan penyebab naiknya harga cabai. Menurut Kepala Disperindag Jabar, Noneng Komara Ningsih, naiknya harga cabai saat ini diakibatkan karena adanya perubahan iklim cuaca atau di sering disebut masa Pancaroba. Hal tersebut telah menyebabkan banyaknya komoditas pangan khusuanya cabai mengalami tidak meratanya saat panen.
“Iya seperti itu (akibat pancaroba), kondisinya kan seperti sekarang pasti kan produksinya menurun, jadi karena iklim salah satunya (penyebab naiknya harga cabai di pasaran),” katanya saat dikonfimasi, Jum’at (3/11).
Dengan adanya hal ini, Noneng mengaku Disperindag Jabar akan terus melakukan pemantauan harga khususnya cabai di sejumlah pasar, agar tidak terus mengalami kenaikan.
Baca Juga:Kecelakaan di Kebumen Eks Walkot Sukabumi Achmad Fahmi Dilarikan ke RS dr. Sardjito, Alami Masalah pada Bagian TulangMantan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Kecelakaan di Kebumen, Dilarikan ke RS UP dr. Sardjito
Selain itu, ia juga menuturkan Disperindag Jabar akan terus berkoordinasi khususnya dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) agar dapat segera melakukan antisipasi.
“Kita kedepan ada antisipasi untuk cabai itu sendiri, tapi kalau sekarang untuk bapok (bahan pokok), ini beralih ke DKPP. Tapi kalau pemantauan harga, itu kita masih pantau, dan mungkin juga nanti ada tindakan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan pantauan Jabar Ekspres, harga cabai di sejumlah Pasar Tradisional Kota Bandung untuk harga cabai rawit merah tembus Rp94 ribu per kilogramnya.
Bahkan pada Kamis, 2 November 2023 kemarin, harga cabai di Pasar Kosambi Kota Bandung juga sudah mengalami kenaikan “Sekarang cabai rawit merah Rp94 ribu. Kalau normal di kisaran Rp50 ribu,” kata Wilda, salah satu pedagang di pasar Kosambi.
