Sikapi Agresi Israel ke Palestina, Ini Kata Bupati Bandung

 

JABAR EKSPRES – Konflik Israel dan Palestina yang masih berlangsung hingga kini membuat beberapa negara sangat terpukul.

Ribuan masyarakat sipil Palestina pun sudah meregang nyawa akibat agresi yang dilakukan oleh Israel ini.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk mendoakan rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan gempuran Israel.

Menurutnya, mendoakan rakyat Palestina merupakan salah satu bentuk solidaritas dan dukungan warga Kabupaten Bandung kepada Palestina yang merupakan negara mayoritas muslim.

Baca juga: Buntut Penangkapan Terorisme, Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan

“Tentu kita pasti mengutuk tindakan agresif Israel terhadap Palestina. Saya selaku Bupati Bandung mengucapkan terima kasih kepada solidaritas muslim Kabupaten Bandung telah menyuarakan keprihatinan yang menimpa kaum muslim di Palestina,” ujar Dadang dalam keterangan resminya, Rabu 1 November 2023.

Dadang menambahkan, doa yang dilakukan ini sebagai suara yang betul-betul harus kita dorong bersama.

“Paling tidak kita memberikan doa bersama-sama untuk muslim Palestina,” katanya.

Kang DS sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya pun siap melakukan langkah-langkah konkrit yang bisa dilakukan dalam rangka menyikapi perjuangan rakyat Palestina.

“Baik berupa bantuan logistik yang dikirim ke sana untuk relawan kemanusiaan atau juga perjuangan para mujahid yang ada di Palestina,” tuturnya.

Selain itu, menyikapi konflik Israel dan Palestina ini, dirinya menyebut jika generasi muda harus memahami konteks tentang Pancasila.

Khususnya dalam memahami Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui pemahaman sejarah yang utuh, baik, dan benar.

“Semua ini penting untuk menjawab berbagai persoalan, termasuk urusan Palestina dan Israel. Yang perlu dipahami pertama kali adalah posisi pembukaan UUD NRI 1945 yang berisikan norma-norma fundamental bernegara (staats fundamental norms). Memahami sejarah dengan baik itu penting, terlebih pada saat muncul polemik seperti soal Palestina-Israel dan kaitannya dengan Indonesia,” kata Kang DS.

Menurutnya, para founding fathers bangsa Indonesia sudah memahami, membela Palestina dari penjajahan Israel adalah komitmen dan pelaksanaan dari amanat pembukaan UUD NRI 1945, bukan hanya alinea 1, tapi juga alinea ke 4.

“Ini merupakan norma fundamental berbangsa, selain alinea pertama pembukaan UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa ‘kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan’, juga menyepakati alinea keempat yang mengamanatkan implementasi nyata dari prinsip tersebut,” ungkapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan