Ekonomi Jabar Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Masyarakat Terjerat Pinjol dan Berdampak pada Perceraian

Ekonomi Jabar Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Masyarakat Terjerat Pinjol dan Berdampak pada Perceraian
ILUSTRASI : Usaha Mikro Kecil Menengah di Jawa Barat
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keberpihakan anggaran untuk sektor perekonomian di Jawa Barat pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024 jadi perhatian sejumlah fraksi di DPRD Jabar. Salah satunya Fraksi PKS.

Anggota Fraksi PKS Abdul Hadi Wijaya mengungkapkan, kondisi perekonomian masyarakat Jabar saat ini sedang tidak baik-baik saja. “Sekarang cukup banyak yang sedang kesulitan ekonomi dan rawan daya beli,” katanya menyampaikan pandangan fraksi beberapa waktu lalu.

Menurut Gus Ahad, kondisi itu juga cukup berdampak tidak hanya pada kerawanan ekonomi tapi juga pada kerawanan sosial. Contohnya adalah tingginya angka perceraian di Jabar. “Harus ada sikap dan upaya Pemprov dalam bentuk program dan kegiatan yang teranggarkan pada APBD 2024,” tegasnya.

Baca Juga:Penerbangan Tipe Jet Beralih ke Kertajati, Angkasa Pura Akan Optimalisasi Pekerja Husein SastranegaraRotasi Jabatan, Tiga Kakanim di Jabar Diganti

Di sisi lain, BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan II 2023 mencapai 5,25 persen secara y-on-y. Sedangkan jika dibandingkan dengan Triwulan I, pertumbuhannya mencapai 2,08 persen. Jabar sebenarnya juga sempat mencatatkan pertumbuhan ekonomi sampai di atas 6 persen. Yakni pada Triwulan II 2021 sebesar 6,20 persen, Triwulan IV 2021 sebesar 6,21 persen, ataupun pada Triwulan III 2022 sebesar 6,03 persen. (son)

0 Komentar