Jalur Wilayah Selatan KBB Gelap Gulita Tanpa PJU, Warga: Sudah Puluhan Tahun

JABAR EKSPRES – Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) bagian selatan belum bisa merasakan penerangan jalan umum (PJU) secara merata saat malam hari. Jalur wilayah selatan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat misalnya, yang memiliki spot gelap yang cukup banyak. Membentang mulai dari Desa Celak hingga Desa Cilangari perbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur.

Spot paling gelap berada di wilayah Desa Bunijaya meliputi Kampung Tugu, Desa Sindangjaya, hingga ke Kampung Rawabeurem, Warungkadu, dan Desa Cilangari. Kemudian, wilayah Kecamatan Rongga, meliputi Desa Bojongsalam-Cisokan, titik ini merupakan perbatasan antardesa maupun kampung.

Di sepanjang jalan ini, penerangan di jalan praktis hanya berasal dari rumah warga yang ada di pinggir-pingir jalan. Itu pun tidak seberapa. Sebab, posisi rumah warga tidak berada pas di tepi jalan besar. Jaraknya pun puluhan hingga ratusan meter dari tepi jalan karena banyaknya perkebunan teh dan hutan pinus.

Deni Dahtiar (60) warga Kampung Tugu, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, KBB menuturkan, jalan tersebut sudah lama tidak memiliki lampu penerangan. Hal itu terjadi saat Gununghalu masih menjadi bagian dari Kabupaten Bandung.

BACA JUGA: Sertijab Pj Wali Kota, Dicky Saromi Siap Tangani Persoalan di Kota Cimahi

“Dari sebelum terbentuk kabupaten Bandung Barat, jalan ini memang sudah gelap. Artinya sudah puluhan tahun,” ujar Deni saat ditemui Jabarekspres.com, Senin (23/10/2023).

Menurut dia, meski infrastruktur jalan telah dibenahi oleh Pemkab Bandung Barat. Namun, keberadaan lampu PJU sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan warga saat melewati ruas tersebut di malam hari.

“Jalan sudah mulus, hanya saja jika ada dua mobil yang melintas dari arah yang berbeda, salah satu dari kendaraan itu harus berhenti dulu. Itu karena jalan kecil, sementara PJU ga ada, khawatir amblas ke sisi kiri ataupun kanan,” ungkapnya.

Ia menyebut penerangan di lokasi ini sangatlah penting. Sebab, lokasi ini cukup rawan. Karena minim penerangan, titik ini sempat menjadi black spot untuk aksi kejahatan.

“Bukan takut sama hal-hal di luar nalar. Abah mah takutnya ke manusia yang jahat. Berharap mah pemerintah segera merealisasikan PJU di sini,” imbuhnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan