Kota Bandung Tempati Urutan ke-5 Terbawah Akses Rumah Layak Huni

Kota Bandung Tempati Urutan ke-5 Terbawah Akses Rumah Layak Huni
ILUSTRASI : Kawasan padat penduduk di Kota Bandung.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya Pemkot Bandung menghadirkan rumah sehat dan rumah layak kepada masyarakat nampaknya belum maksimal. Pembangunan sejumlah rumah susun (rusun), rumah deret, hingga apartemen rakyat mengalami berbagai kendala, sehingga realisasinya macet dan tak kunjung jelas.

Populasi penduduk yang terus tumbuh dan animo pendatang dari luar kota membuat Kota Bandung makin padat. Sehingga lahan permukiman makin tergerus. Hal itu memaksa masyarakat untuk berbagi lahan yang sudah sempit agar bisa tinggal.

Namun, rata-rata luas lantai perkapita yang lebih dari 10 meter persegi mengalami penurunan. Yakni pada 2022 angkanya 64,79 persen, padahal di 2021 ada di 66,69 persen.

Baca Juga:Adu Strategi Tersaji di Final MLDSPOT Autokhana Kejurnas Slalom 2023, Anjasara Wahyu dan Canya Prasetyo Jadi Juara UmumKomitmen Melawan Tantangan Bangsa dan Peran Sentral Santri dalam Fondasi NKRI

Dari sisi persentase, angkanya juga menurun selama tiga tahun terakhir. Pada 2020 tercatat 37,86 persen, pada 2021 ada di 37,49 persen.

Bahkan, data persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak Kota Bandung juga memprihatinkan. Pada 2022 angkanya 49,85 persen. Itu menempatkan Kota Bandung pada urutan kedua dari bawah jika dibanding Kota Kabupaten lain di Jabar. (son)

0 Komentar