JABAR EKSPRES – Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara tegas menyuarakan sikapnya terkait serangan yang dilancarkan oleh kelompok militan Hamas ke Israel pada tanggal 7 Oktober lalu, yang mengakibatkan pecahnya konflik di Jalur Gaza. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Minggu (15/10), Abbas menegaskan bahwa aksi Hamas tersebut tidak mencerminkan pandangan rakyat Palestina.
Dalam pernyataannya, Abbas menekankan bahwa kebijakan dan tindakan Hamas tidak mewakili aspirasi rakyat Palestina, dan satu-satunya representasi yang sah adalah kebijakan, program, dan keputusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pernyataan ini dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu malam waktu Palestina, Abbas menekankan bahwa perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut hanya dapat dicapai melalui penerapan solusi dua negara sesuai resolusi legitimasi internasional.
Baca Juga:5 Negara ini Kecam Perang Israel-Hamas dan Bela PalestinaHasil Studi Menyebutkan Gaji Kecil Beresiko Mengalami Kepikunan Lebih Cepat
Abbas menyoroti perlunya menghentikan semua serangan dan menghormati hukum kemanusiaan internasional, khususnya terkait situasi di Jalur Gaza. Dia juga menekankan kebutuhan mendesak untuk membuka koridor kemanusiaan di Jalur Gaza, menyediakan bahan pokok dan pasokan medis, serta menyuplai air, listrik, dan bahan bakar kepada warga di sana. Abbas dengan tegas menolak penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza dan meminta dukungan Biden untuk mengakhiri serangan pemukim Israel di Tepi Barat serta serangan ekstremis terhadap Masjid Al-Aqsa.
