Tak Mau Kecolongan Lagi, Disdik KBB Pelototi Pedagang Jajanan Melalui UKS

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku sudah melibatkan puskesmas di 16 kecamatan untuk membentuk kembali Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, mengaktifkan kembali UKS di lingkungan sekolah sebagai upaya preventif agar kasus keracunan makanan tidak terulang kembali.

“Solusinya aktifkan kembali UKS, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Peran puskesmas di wilayahnya nantinya sebagai pembina,” kata Asep Dendih saat dihubungi, Senin (16/10/2023).

BACA JUGA: DLH Jabar Sebut Pasca Kebakaran, TPAS Sarimukti Tidak Akan Kembali Normal

Menurutnya, selain memberikan edukasi kepada siswa pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), juga keberadaan UKS nantinya akan mengawasi jajajan yang bermutu dan sehat.

Oleh karena itu, lanjut Asep, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk pelibatan UKS tersebut.

“Jadi nanti ada petugas khusus yang mengurusi UKS untuk memantau makanan di lingkungan sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hernawan Widjayanto mengatakan, keterlibatan puskesmas di sekolah, selain memberikan pembinaan UKS, juga berkaitan dengan edukasi menjaga imunitas untuk tetap kuat ketika menghadapi bakteri asing melalui udara akibat polusi.

“Jadi nantinya bukan hanya soal menjaga makanan saja, melainkan dengan adanya upaya itu, orang tua dapat ikut membantu memaksimalkan proteksi pada anak dengan memperhatikan betul aktivitas mereka di luar sekolah,” katanya.

BACA JUGA: Pengurus Ungkap Pernah Terjadi Penyerangan antar PKL, Ada Keterlibatan Dinas

Hermawan yakin bahwa metode edukasi yang masif kepada pihak sekolah dan siswa, setidaknya dapat meminimalisir risiko keracunan yang diakibatkan oleh makanan. Begitupun pada para pedagang di lingkungan sekolah, edukasi yang sam akan dilakukan.

“Bakteri itu bukan hanya dari hal yang dimakan saja. Melalui udara pun bisa terjadi, karena itu dengan adanya keterlibatan petugas kesehatan di lingkungan pendidikan bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang tak diinginkan,” tandasnya. (Mg5)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan