Kendati demikian, mengenai akan menyembur atau tidak lagi gas alam tersebut, menurut Singgih kecil kemungkinannya.
“Kecil kemungkinannya. Karena air porsil yang tersimpan dan tekanan berkurang, gak (menyembur) lagi. Beda dengan lapindo, masih produksi. Kalau ini kan cairannya sudah berkurang,” kata dia.
Singgih menyarakan, sebelum melakukan pengeboran perlu dilakukan penyelidikan geologi bawah permukaan terlebih dahulu dengan Geofisika salah satunya metode geolistrik.
Baca Juga:Kasus Penganiayaan Andini oleh Ronald Tannur, Elsa: Coba IkhlasCerita Cut Mini Berperan di Film Kejarlah Janji yang Diluncurkan KPU RI
“Ya saran saya dilaporkan saja. Nanti akan diamati lebih lanjut. Nanti akan dilakukan kajian bawah permukaan biasanya. Untuk mengetahui lapisan-lapisan batuan pembawa airnya,”pungkasnya (SFR).
