Pertandingan final Alwi memang telah usai. Di pertandingan pertama, Alwi sempat kalah 7-15.
Namun, perlahan tapi pasti, ia pantang menyerah dan berhasil mengejar ketertinggalannya hingga menyamakan kedudukan menjadi 18-18 dan bahkan menutup laga pembuka dengan kemenangan 21-19.
Di game kedua, Alwi sempat tertinggal 3-13. Namun sekali lagi, ia menyamakan skor menjadi 15-15. Bahkan sempat berada di atas angin dengan skor 19-17.
Baca Juga:Gol Martinelli Bawa Kemenangan bagi Arsenal 1-0 Taklukan Manchester CityAkibat Kemarau Panjang, Harga Beras di Depok Terus Melambung Tinggi
Sayangnya, Alwi malah kurang tenang, game kedua menjadi milik lawan yang berhasil meraih empat angka beruntun. Alwi kalah dengan skor 19-21.
Di game ketiga, Alwi langsung hadir dan tak mau kehilangan momentum. Ia terus memimpin hingga 9-3.
Meski sempat unggul 9-7, Alwi akhirnya memimpin 11-7 hingga kuarter ketiga.
Ia kemudian mampu berkonsentrasi dan terus mengendalikan pertandingan dan ketika bola pengembalian Hu Zhe An jatuh di luar lapangan, pertandingan pun berakhir 21-14, membawa Alwi meraih gelar juara.
Alwi pun menjadi pemain tunggal putra Indonesia pertama yang berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia Yunior sejak turnamen ini resmi diselenggarakan oleh BWF pada tahun 1992.
