Kaitan dengan acara ini kebanyakan yang hadir adalah mereka yang notabennya pemilih pemula.
Karena itu, tambahnya, teman-teman muda posisinya sangat menentukan untuk arah kepemimpinan masa depan. Cara mendekati teman-teman muda tentu dengan sesuatu yang dekat dengan mereka mulai dari gaya bahasa, metode menyampaikan materi dan penyesuaian lainnya.
“Nah makanya dalam konteks ini dialog-dialog berkelanjutan, tidak cukup satu kali, yang penting dilakukan untuk teman-teman muda itu kritis. Mereka bukan apolitis kritis. Maka hadirkan informasi yang banyak dan benar sehingga mereka tertantang untuk mewarnai Pemilu 2024,” sambungnya.
Baca Juga:Lima Parpol di Kota Banjar Ubah Taktik Formasi Bacaleg3 Cara Merawat Kecantikan dari Dalam
Terkait indeks angka kerawanan Pemilu di Sumedang, Lolly mengatakan Sumedang masuk dalam IKP sedang. Artinya, posisi rawan sedang dan potensi tidak rawannya juga tidak terlalu tinggi.
Jadi, Lanjut Lolly, potensi demokrasi Sumedang Ini ada di tengah-tengah, namun bukan berarti membuat Bawaslu tidak waspada. Karena seluruh tahapan bagi Bawaslu terus dilakukan termasuk di Sumedang.
“Jadi tantangannya bagi Sumedang, justru ketika di rawan sedang, gimana caranya bisa menekan ke rawan rendah. Ini menjadi tantangan bagi Bawaslu untuk terus melakukan pengawasan terutama mereka yang pindah memilih (DPTb),” katanya.
Sebab, tambahnya, DPTb ini sedang berproses melalui rekan-rekan KPU. Artinya selalu ada pembaharuan terhadap proses DPTb saat ini.
