Pedagang Pasar Baru Akui Hadirnya E-Commerce Sangat Berdampak pada Menurunnya Omzet

Pedagang Pasar Baru Akui Hadirnya E-Commerce Sangat Berdampak pada Menurunnya Omzet
Eksistensi Pasar Baru, ditengah geliat berbelanja online (Pandu Muslim / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Semakin berkembangnya e-commerce menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang Pasar Baru, Kota Bandung. Pasalnya, keberadaan toko-toko online tersebut sangat berpengaruh dalam menurunkan minat belanja masyarakat secara langsung.

Selain itu, banyaknya promo yang diberikan dan barang yang dijual jauh dibawah standar, semakin mengurangi eksistensi pusat perbelanjaan beken di tiap wilayah Indonesia.

“Kita juga ikut jualan online, karena mau gamau kan harus ngikutin juga, kalau gak gitu kita ketinggalan. Cuman karena kita jualan kain, banyak juga yang jual, dan mereka jual harganya jauh sama kita” ujar Ri’fai kepada Jabar Ekspres

Baca Juga:Vira dari SMAN 7 Cirebon Pecahkan Rekor Lari 1.000 Meter Energen Champion SAC IndonesiaSemarak Masyarakat Mengikuti Ronda Sore Alfamart

“Kalau kita kan yang baru nyemplung jualan ngikutin mereka untungnya dari mana, jadi yang bingung itu nentuin harga karena kalau kita samain sama disini, susah juga lakunya” ungkapnya

Kekhawatiran lain dirasakan oleh pedagang casing handphone, Munandar (41). Kehadiran online shop diakuinya sangat berdampak dalam menurunkan pendapatan sehari-hari.

“Ayena jang Rp8.000 tos menang casing di online (sekarang Rp8.000 sudah dapat casing di online). Saya yang jual rata-rata Rp25.000 sampai Rp50.000 sulit, alhamdulilah tos aya nu beli ge (Alhamdulilah sudah ada yang beli juga)” ungkapnya kepada Jabar Ekspres

“Hal itu gak hanya berpengaruh bagi para pedagang Pasar Baru, tapi juga berpengaruh kepada pedagang yang berada di pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia” ujar Iwan kepada Jabar Ekspres beberapa waktu lalu.

0 Komentar