JABAR EKSPRES – Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasudan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi turut merespon rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang akan memerger empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya terlalu dini jika menyimpulkan langkah merger bakal meningkatkan kinerja BUMD.
“Itu dari spiritnya,” katanya kepada JabarEkspres.com pada Jumat, 22 September 2023.
Acuviarta menyarankan bahwa perlu audit komperhensif terlebih dahulu kepada empat BUMD tersebut sebelum dimerger.
“Jadi terlalu dini menyimpulkan bahwa merger bakal meningkatkan kinerja,” tuturnya.
Dalam proses merger nanti tentunya kondisi keuangan empat BUMD bakal terpengaruh. Karena mereka telah disatukan atau digabung.
Baca Juga:Fantastis! FIFA Hibahkan Rp85,6 Miliar untuk Pembangunan NTC di IKN, Erick Thohir Beberkan Mimpi Sepak Bola IndonesiaPembangunan IKN Berpengaruh pada Masa Depan Sepak Bola Indonesia? Begini Kata Erick Thohir
“Saya setuju jika memang hasil telaah keuangan dan manajemennya bagus,” urainya.
Empat BUMD yang diusulkan bakal dimerger itu terdiri dari empat BPR. Yakni, Perseoran Terbatas (PT) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Utama Jabar, PT BPR Wibawa Mukti Jabar, PT BPR Artha Galuh Mandiri Jabar, dan PT BPR Majalengka Jabar.
Penggabungan empat BUMD itu juga telah diusulkan ke DPRD Jabar melalui Rapat Paripurna Senin, 18 September 2023 malam. Skema penggabungan itu bakal menempatkan satu BPR sebagai penerima penggabungan.
Kemudian BPR itu akan menerima aset, liabilitas dan ekuitas dari tiga BPR yang menggabungkan diri. Dan hasil kajian yang dilakukan, PT BPR Karya Utama Jabar yang dipilih sebagai penerima penggabungan.
