Rencana Divestasi BUMD Masih Digodok, BIA Jabar Bakal Lakukan Konsultasi dengan Depdagri

Ilustrasi. Rapat evaluasi Biro BIA Jabar dengan perwakilan BUMD. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi. Rapat evaluasi Biro BIA Jabar dengan perwakilan BUMD. (Dok. Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Selain merger, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bakal melakukan siasat lain untuk perbaikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni dengan divestasi.

Rencana divestasi itu juga sempat disambut baik Pengamat Ekonomi UIN Bandung, Setia Mulyawan.

“Saya sambut baik ini kalau memang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah tumbuh kesadaran untuk evaluasi BUMD,” katanya.

Baca Juga:Hari Ini, Partai Demokrat Bakal Deklarasi Dukung Prabowo SubiantoHeboh Isu Pencabutan Laporan Kasus Dugaan Penistaan Agama Panji Gumilang, Polisi: Akan Tetap Diproses!

Harapannya langkah itu bisa menjadi upaya positif untuk meningkatkan kinerja BUMD.

“Kalau BUMD rugi, berarti mengerogoti uang rakyat. Kalau rugi ya didievestasi saja. Asetnya dialihkan ke bisnis lain,” cetusnya.

Setia mengakui, bahwa kredit macet selalu jadi alasan yang muncul pada sejumlah BUMD yang bergerak di bidang keuangan. Seperti BPR dan LKM.

Menurutnya, pemberian kredit khususnya yang menyasar UMKM oleh BPR memang memiliki resiko tinggi soal kredit macet. Tapi hal itu seharusnya tidak selalu jadi alasan.
“Jika dibandingkan, masih ada BPR-BPR lain yang bertahan. Kenerja juga bagus,” tuturnya. (son)

0 Komentar