JABAR EKSPRES – West Java Festival (WJF) 2023 sukses digelar selama 2 hari, dari Sabtu-Minggu, tanggal 2-3 September 2023 lalu di Jalan Diponegoro, kawasan Gedung Sate dan Stadion Siliwangi, Kota Bandung. Puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat berdatangan memadati lokasi kegiatan.
“Kegiatan WJF jika tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan permasalahan sampah. Sementara semua mata tertuju pada masalah yang sedang terjadi di TPA Sarimukti. Sehingga, event besar ini dipersiapkan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan masalah sampah di kemudian hari,” kata Benny.
Panitia WJF 2023 menilai, permasalahan di TPA Sarimukti menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat, baik Jawa Barat maupun Indonesia agar bijak dalam mengelola sampah di mana pun berada. Baik ketika dalam sebuah kegiatan mau pun ketika berada di rumah.
Baca Juga:BERLIN, Serial Spinoff Money Heist Tayang di Netflix pada 29 Desember32 Bulan memimpin Kota Sukabumi di tengah Pandemi, Pemkot Raih 518 Prestasi
“Ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola sampah dari sumbernya. Budaya mengelola sampah disosialisasikan dalam kegiatan WJF,” jelas Benny.
Pada pelaksanaannya, panitia WJF mempersiapkan secara matang bagaimana pengelolaan sampah dalam kegiatan event besar. Selama kegiatan di Gedung Sate, panitia memaksimalkan peran relawan yang disebut “West Java Trailblazer”. Relawan ini ditetapkan sebagai duta kebersihan.
Panitia menyiapkan 3 Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi para relawan kebersihan. Pertama sebagai edukator. Yakni memberikan awareness atau kesadaran secara langsung kepada pengunjung terkait pemilahan sampah. Juga mengingatkan untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. “Panitia menyiapkan tempat sampah di berbagai titik,” ungkapnya.
