“Sampai saat ini Badan Pangan Nasional secara nasional sudah 750 kali GPM, dari Januari sampai September di 35 provinsi, 315 kabupaten/kota. Mudah-mudahan terus berlanjut dan ditingkatkan,” tuturnya.
Pihaknya berharap, melalui gerakan ini bisa bermanfaat untuk terus meningkatkan GPM dan menstabilkan pasokan dan harga pangan termasuk harga beras.
Harga beras pada kegiatan ini di banderol dengan harga Rp 53.000/5 kilogram sedangkan di pasaran sudah Rp 13 ribu/kilogram
Baca Juga:Stok Beras di Kota Cimahi, Bulog: Aman hingga Awal Tahun 2024Yana Mulyana Diberhentikan Secara Tidak Terhormat, Pj Gubernur Jabar: Aturannya Seperti Itu!
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Bogor, Soni Gumelar menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor bersama Pemprov Jabar dan Bapanas dalam upaya menurunkan inflasi. Sejauh ini lanjutnya, kenaikan inflasi diindikasi karena kenaikan harga beras.
“Kita sudah diskusi juga dengan tokoh perberasan. Sampai Desember ini harga beras bisa mencapai Rp 15.000. Untuk itu kami, dan juga Bulog dalam hal ini arahan Bapanas melakukan upaya intervensi mobilisasi beras yang ada ke masyarakat dengan harga murah,” ujarnya.
Selain memobilisasi dengan gerakan pangan murah, lanjut dia, Presiden Joko Widodo juga turun langsung memberikan bantuan pangan ke masyarakat. Saat ini, bantuan tersebut masih terus dilakukan secara simultan kepada masyarakat.
“Kita juga melakukan dukungan sigap jaga pasar untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Pasar-pasar di Bogor juga akan diguyur dengan beras-beras oleh Bapanas,” sebut Soni.
Pada GPM di wilayah Bogor Barat ini ada 58 UMKM binaan wilayah di Kota Bogor dan 12 UMKM binaan Provinsi Jawa Barat dengan total sekitar 30 stand lebih. (YUD)
