Seni Maritim ISBI Bandung Diapresiasi Kemenko Marves

JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi karya Seni Maritim ISBI Bandung pada pembukaan Marine Spatial Planning & Services (MSPS) Expo 2023 di Pullman Jakarta Central Park yang digelar pada 19 hingga 21 September 2023.

Seni Maritim sebagai produk hasil riset budaya maritim Indonesia. Karya seni yang mewujudkan gagasan, pengetahuan, dan semangat kemaritiman yang dikemas dengan estetika sehingga dapat diapresiasi publik. Dua judul karya yang ditampilkan: Kenduri Pesisir dan Water Island.

Menurut penciptanya Yanti Heriyawati, kedua karya tersebut terinspirasi mendekatkan pada tema MSPS Deklarasi Juanda dan Kedaulatan Kemaritiman.

BACA JUGA: Kartu Prakerja Gelombang 61 Bakal Dibuka Minggu Ini? Ini Cara Daftarnya!

Kenduri Pesisir mengkonstruksi karya tari dan musik rakyat pesisir dalam konteks pesta atau kenduri, dielaborasi melalui motif tradisi dan modern dalam kemasan seni kontemporer.

Sementara yang khas dari karya Water Island pada tampilan Rizki Ferry Ramdani sebagai penata musik sekaligus menyanyikan lagi dengan syair: Bumi Tempat Bertumbuh | Air Sumber Kehidupan | Bahari, Akal Budi Jiwa Raga | Maritim, Kunci Peradaban Nusantara.

Landcape budaya maritim digambarkan melalui tayangan dokumentasi hasil riset. Fariz M Fadilah sebagai tim dokumentasi membuat pengemasan dokumentasi tentang laut, pesisir dan aktivitas masyarakat penyangganya untuk menunjukkan kekayaan keragaman Nusantara.

Dua Koreografer Neng Wina Reski Agustina dan Budi melakukan transfer knowledge kepada penari yang masih siswa SMP, dan SMA yakni (Aretra Akarliana, Putri Alysha Sabrine, dan Agung Juanda). Pengalaman bergerak dan menari menjadi proses melatih kepekaan rasa dan daya apresiasi terhadap seni budaya. Dari sisi tema juga menjadi proses literasi kemaritiman Indonesia terhadap generasi muda.

BACA JUGA: Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 61, Ada Insentif Rp4,2 Juta

Pelaksana MSPS yang telah dilakukan secara berkelanjutan menurut Muh Rasman Manafi (Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir) tema tahun ini “Estafet Deklarasi Djuanda menuju Kedaulatan Kemaritiman Indonesia”. Menurut Rasman, MSPS kali ini unik pada proses integrasi nilai yang ditanamkan.

Penataan ruang laut perlu ditanamkan melalui konsep ASTAGATRA di mana ideologi, sosial, dan budaya tumbuh di atas ruang laut yang perlu dikelola sebagai pondasi pembangunan, jadi tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomi saja, tetapi secara komprehensif membidik roh dari potensi kemaritiman.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan