JABAR EKSPRES — Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon tidak menampik soal bangunan madrasah yang digunakan untuk belajar mengajar Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Waledkota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Ronianto, mengatakan bangunan kelas yang ambruk merupakan bangunan milik yayasan sekolah Madrasah Diniyah (MD).
Pihaknya mengaku, tidak bisa berbuat lebih, sebab bukan menjadi ranah tugasnya membenahi ruang kelas itu.
Baca Juga:Pembangunan Tol Puncak Akan Didesain Seperti Tol CisumdawuAbimanyu Permadi dan Muhammad Badly Siap Hadapi Persaingan Balap OnePrix Seri 4 Sentul
“Ya karena kurang SD nya. karena MD nya sore paginya dipake (belajar mengajar SD) hanya manfaat saja, disana ada 6 (ruang kelas), ya kurang si enggak, muridnya juga kan ga terlalu banyak juga, muridnya cukup untuk satu kelas satu kelas,” sambungnya.
Oleh karena itu, Roni menyarankan kepada pihak sekolah untuk pemakaian sisa ruang kelas dengan dimaksimalkan.
“Saya minta kelas satu, kelas duanya jangan satu kelas, satu kelas, dibikin dua shift kan saja, jadi kelas satu dari jam 7 sampai jam 10 kan udah selesai, siangnya kelas dua, jangan sekelas-sekelas-sekelas, jadi ditarik ke situ,” ujarnya.
Ditanya soal kesiapan Disdik Kabupaten Cirebon memperbaiki ruang kelas itu, Roni menjawab, siap menampung perbaikan atas kelas yang ambruk.
“Kita rehab kalau itu sudah (dialihkan), katanya mau diserahkan ya sok serahkan dulu ke Disdik baru kita rehab, kalau masih di MD ga bisa, status nya masih punya MD,” ucapnya.
“Bukan punya SD, kalau punya MD ya kita tidak bisa anu, diserahkan dulu ke SD baru kita proses, baru bisa ambil langkah,” imbuhnya.
Dia mengetahui, satu ruang kelas SD Negeri 2 Waledkota ambruk pada Rabu, 13 September 2023.
Baca Juga:Pasar Baru Kalah Pamor dengan Pedagang Online, Begini Tanggapan Pengamat Ekonomi!Masa Transisi Aturan Baru Sempat Buat Kontraksi Usaha Emas di Jabar
“Yang ambruk satu, itu bukan ambruk hanya atapnya saja plafonnya saja,” ujarnya.
