Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh aparat kepolisian, pelaku pelecehan berinisial BBS (30), telah melakukan tindakan cabul itu sejak 2022.
DPS pun merasa prihatin kepada para korban. Sekolah yang seharusnya bisa menjadi rumah kedua bagi para siswa, malah menjadi tempat yang menyimpan trauma bagi para korban pelecehan.
“Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Intinya kami dari DPRD Kota Bogor siap memberikan perlindungan dan membantu proses pemulihan para korban. Ini merupakan kenyataan pahit yang harus kita telan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang aman,” tuturnya.
Baca Juga:Wakil Bupati Sumedang Instruksikan Pendidikan Akhlak dan Moral di Luar Jam PelajaranSeru Abis! 5 Rekomendasi Drama Korea (drakor) yang Diadaptasi dari Webtoon!
Predikat Kota Layak Anak (KLA) yang baru-baru ini disematkan untuk Kota Bogor pun kini menjadi pertanyaan. Apakah memang benar, Kota Bogor sudah layak untuk anak.
“Saya berharap predikat itu seharusnya betul-betul dirasakan oleh warga Kota Bogor. Saya sendiri sekarang sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi saat ini banyaknya kasus-kasus yang menimpa anak. Tentu kami dari DPRD akan menggunakan fungsi pengawasan kami dengan menggelar rapat kerja khusus membahas hal ini dalam beberapa waktu ke depan,” lirihnya.
“Dengan adanya kekacauan dan porak porandanya dunia pendidikan, harus ada orang yang bertanggungjawab,” tukas DPS. (YUD)
