Warga RW 04, Kelurahan Cisaranten, Ragil Nugroho Pamungkas menyebutkan, dirinya tak mengetahui terkait program Kang Pisman tersebut. Menurutnya, tak pernah ada sosialisasi terkait pemilahan sampah yang bakal di buang ke TPS.
“Gak pernah ada pemberitahuan soal sampah harus dipisahkan untuk dibuang ke tempat pembuangan, dan saya juga baru dengar soal program itu,” ujar Ragil kepada Jabar Ekspres.
Justru kata Ragil, iuran rutin dirinya berikan agar sampah bisa diangkut ke tempat pembuangan sampah, yang mana sebelumnya sampah sudah tertahan selama 2 minggu.
Baca Juga:Soal Cagar Budaya di Ciroyom, Keseriusan Pemkot Bandung DipertanyakanDokter Gadungan di Surabaya Ternyata Catut Data Milik Dokter di Kabupaten Bandung
“Saya rutin bayar, katanya untuk sampah. Tapi sekarang lagi gak nentu, bisa cepat diangkut bisa lama juga. Kemarin rekor 2 mingguan ga terangkut,” katanya
Dirinya mengungkapkan, tak ada masalah terkait cara pemkot melibatkan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota Jawa Barat itu.
Namun, penyaluran informasi seyogyanya bisa dilakukan secara maksimal. Hal ini agar masyarakat bisa mengerti terkait cara penanggulangan di lingkup terkecil, yaitu keluarga.
“Gak masalah sih kalau kita harus memisahkan sampah, karena itu bagus juga kan. Cuman ini gak ada pemberitahuan, jadi ya saya pribadi masih nyatuin si sampah tersebut,” ungkapnya.
Dirinya berharap, persoalan sampah di Kota Bandung bisa cepat terselesaikan. Hal itu agar pembuangan sampah bisa kembali berjalan normal.
“Semoga ada cara, apalagi saya punya usaha ini (warung kopi) sampah suka numpuk banyak. Semoga bisa cepat selesai ya,” pungkasnya. (Dam)
