JABAR EKSPRES – Setidaknya 150 orang telah kehilangan nyawa mereka akibat banjir yang disebabkan oleh Badai Mediterania Daniel yang melanda Libya sejak akhir pekan lalu. Laporan dari AFP mengutip pejabat Libya menyatakan tragedi ini telah menewaskan puluhan warga negara mereka.
Juru Bicara Tentara Nasional Libya (Libyan National Army/LNA), Ahmad Mesmari, juga mengungkapkan bahwa setidaknya tujuh personel militer hilang dalam musibah ini.
Badai Daniel menerjang Libya pada pekan lalu, mengakibatkan banjir parah terutama di wilayah timur negara tersebut. Beberapa daerah yang terdampak paling berat adalah Bayda dan Derna.
Baca Juga:Amerika Serikat Memperingati 22 Tahun Tragedi Kelam Serangan 11 September (9/11)Pertemuan Kim Jong Un dengan Putin: Diplomasi Rusia-Korut Membahas Hubungan Antar Negara
Baaca Juga: Gempa Besar Maroko Rampas Nyawa 2 Ribu Warga, Negara Menyatakan Berkabung Nasional 3 Hari
Dalam respons terhadap bencana ini, pemerintah sementara Libya telah mendeklarasikan tiga hari berkabung dan memerintahkan agar bendera nasional dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung nasional.
Pada hari sebelumnya, Perdana Menteri interim Libya, Osama Hamad, telah mendeklarasikan status darurat dan menetapkan Derna sebagai zona bencana menyusul hujan lebat dan banjir yang merusak berbagai fasilitas di kota itu, sebagaimana dilaporkan oleh Associated Press.
Tak hanya Libya, Badai Daniel juga diprediksi akan mencapai bagian barat Mesir. Badan Meteorologi Mesir telah memberikan peringatan bahwa Badai Daniel diperkirakan akan mencapai negara tersebut pada hari Senin. Mereka menekankan bahwa kondisi ini akan berdampak di beberapa wilayah di Mesir barat, termasuk Salloum, Marsa Matruh, dan Siwa Light, seperti yang dilaporkan oleh The National.
